Indonesia Belum Bayar Urunan 3 Triliun Rupiah Untuk Pesawat KFX/IFX

Pemerintah Korea Selatan mengatakan proyek pengembangan jet tempur dengan Indonesia masih tetap berjalan, meski Indonesia belum membayar kontribusi sebesar US$200 juta (sekitar Rp.3 triliun).

Pada era kepemimpinan Presiden SBY, Indonesia dan Korea Selatan menyepakati proyek pengembangan jet tempur KFX/IFX. Proyek ini diperkirakan bernilai sekitar US$7.9 miliar, di mana Indonesia setuju untuk membayar 20 persen dari biaya pengembangan.

“Pada KTT Korea Selatan-Indonensia bulan September, telah disepakati untuk terus mengembangkan KFX/IFX. Tentang kontribusi (Indonesia), kami berencana untuk melakukan negosiasi tambahan,” badan pengadaan senjata Korea Selatan, Defense Acquisition Program Administration (DAPA), seperti dikutip Channel News Asia.


Pihak DAPA mengungkapkan, kontribusi yang belum dibayar oleh pemerintah Indonesia sebesar US$203,14 juta, untuk periode semester kedua tahun 2017 dan semester pertama tahun 2018.

Beberapa waktu lalu, seorang pejabat senior Indonesia mengatakan tengah mencari solusi keuangan yang ‘lebih ringan’. Permintaan ini kemungkinan dilakukan dalam upaya untuk mengurangi penggunaan cadangan devisa, dan mendukung rupiah, yang berada pada nilai tukar terendah dalam 20 tahun.


Posted : HR/TSM/https://www.viva.co.id/

Baca Juga:  Tim Evakuasi Medis Laut Lantamal IX Bersama Basarnas Dan Bakamla Laksanakan Renang Laut Menyeberangi Teluk Ambon

1 Komentar

  1. ayo pak presiden..pembangunan infrastruktur sangat penting, tapi pembangunan pertahanan untk melindungi hasil pembangunan dan kelangsungan hidup negara iniu lebih penting, masa cuma 3 trilyun nggak bisa banyar….pemda DKI saja untuk Hibah dan sumbangan uang sampah ke pemkot bekasi aja enteng…ini negara. masak pembantu presiden nggak bisa mengatasi ini….payah. apa2 hrs presiden pembantunya makan gaji buta. bisanya meras rakyat.

Tinggalkan Balasan