Indonesia Berencana Beli BT-3F Rusia untuk Gantikan BTR-4 Ukraina

Selain ranpur pengangkut personel lapis baja BT-3F, Indonesia juga mempertimbangkan untuk membeli BTR-80 buatan Rusia, ACV-19 buatan Turki, dan K21 NIFV terbaru buatan Korsel. Namun untuk saat ini, perhatian Indonesia terfokus pada BT-3F. Dalam waktu dekat, Komandan Korps Marinir TNI AL Mayjen Bambang Suswantono akan mengunjungi pabrik perusahaan yang merancang kendaraan tempur tersebut.

Sebelumnya, Indonesia dan Ukraina pernah menandatangani kontrak pada 2014 lalu. Berdasarkan kontrak tersebut, pihak Ukraina harus mengirimkan lima BTR-4. Namun, armada yang dipasok selama dua tahun terakhir ini sering menimbulkan banyak keluhan saat proses uji coba. Menurut para tentara, kendaraan tempur buatan Ukraina tersebut terlalu sering tertahan di dalam air meski bergerak dengan kecepatan penuh saat melewati perairan.

Namun, ini bukanlah kasus yang pertama ketika negara lain merasa kecewa dengan produk teknologi militer buatan Ukraina. Beberapa tahun lalu, pihak militer Irak juga memutuskan untuk meninggalkan teknologi militer buatan Ukraina. Saat itu, militer Irak menemukan adanya retakan pada BTR-4. Akhirnya, pihak militer Irak menolak menggunakan kendaraan tempur itu lagi dan memutuskan untuk membeli BTR-82 buatan Rusia.

Pada awal tahun ini, pemerintah Thailand juga memutuskan untuk membatalkan kontrak dengan Ukraina untuk pengiriman tank “Oplot”. Alasannya, Kiev tidak sanggup memenuhi kewajibannya untuk memasok armada pesanan Bangkok yang diharapkan dapat dilakukan pada Oktober 2017 mendatang.

Baca Juga:  Latihan Tempur Calon Prajurit Wanita TNI AD

sumber : www.pravda.ru/news

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan