Indonesia Gadaikan Pangkalan Militer di Natuna ke Amerika Serikat?

Pangkalan Militer di Natuna memang sangat penting, tapi jika dana pembangunanya berasal dari hutang dari Amerika, bukankah itu sama saja dengan menggadaikan Natuna pada Pentagon?. Dana pembangunanya sudah dianggarkan dalam RAPBN 2017 (klik disini), aneh jika masih harus cari pinjaman demi garda pertahanan terdepan ini, semoga saja laporan IHS Jane ini gak.benar.

Menurut laporan IHS Jane, Indonesia sedang mencoba mencari bantuan Amerika Serikat (AS) untuk mendanai upgrade Pangkalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) di Ranai di Pulau Natuna Besar, Laut China Selatan. Upgrade itu akan memperkuat kehadiran Angkatan Laut Indonesia di Laut China Selatan dan Selat Sunda.

Sekelompok delegasi dari lima petugas senior TNI AL saat ini berada di AS untuk mengeksplorasi kemungkinan memperoleh pembiayaan Washington melalui program foreign military financing (FMF).


Para delegasi itu diundang di bawah Washington’s Distinguished Visitor Orientation Tour (DVOT). Mereka juga akan melakukan kunjungan di beberapa kota untuk mempelajari instalasi Angkatan Laut AS dan fasilitas pelatihan termasuk Quantico di Virginia dan San Diego di California. Kunjungan berlangsung selama dua minggu sampai akhir September 2016.

Dalam laporannya, IHS Jane juga mengutip sebuah transkrip dari pertemuan antara Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, dengan Komisi I DPR RI (Komisi untuk Pertahanan, Intelijen dan Hubungan Luar Negeri)  pada Februari 2016 yang mengungkapkan bahwa Indonesia berencana untuk mencari lokasi pangkalan untuk kapal selam ketiga di Natuna.

Baca Juga:  Perang Rohingya Myanmar Akan Menjadi Medan Laga ISIS Selanjutnya

Selain untuk memperkuat pangkalan militer Indonesia di Natuna, Laut China Selatan, hasil dari FMF juga sedang direncanakan untuk meng-upgrade pangkalan militer Indonesia lainnya, seperti di Piabung, Lampung, yang terletak di dekat  Selat Sunda.


Masih menurut laporan IHS Jane yang dikutip semalam (21/9/2016), upaya mencari bantuan FMF dari AS itu juga akan dilakukan secara resmi oleh Departemen Pertahanan Indonesia kepada Departemen Pertahanan AS atau Pentagon  di lain waktu.

3 Komentar

  1. Siip strategi utk menghadapi china di utara minta bantuan usa, utk menghadapi selatan dan fpda minta bantuan papa bear , namanya juga non blok

Tinggalkan Balasan