Indonesia Melirik Pesawat Tempur Buatan India HAL Tejas

Sebuah media militer yang berbasis di India, idrw.org, melansir berita mengejutkan. Disebutkan bahwa Pemerintah Indonesia melalui jalur diplomatik resmi telah meminta pemerintah India untuk memberikan rincian pengembangan jet tempur LCA-Tejas.

Disebutkan juga, bahwa pemerintah India juga berencana untuk menjelaskan kepada Angkatan Udara Indonesia mengenai spesifikasi teknis LCA-Tejas. Bila pihak Indonesia tertarik, akan ditindaklanjuti dengan usulan rinci jika Angkatan Udara Indonesia tertarik melakukan pembelian LCA-Tejas.

LCA-Tejas

Saat ini Angkatan Udara Indonesia sedang mencari jet tempur untuk menggantikan Northrop F-5E Tiger II yang diperoleh pada tahun 80-an. Indonesia membutuhkan 16 unit pesawat tempur dengan total anggaran senilai sekitar USD 1,5 miliar untuk TNI AU.

Angkatan Udara Indonesia telah mendapat penjelasan dari SAAB tentang jet tempur Gripen C/ D dan juga mendapat penawaran pesawat tempur versi terbaru, Gripen E, yang diluncurkan oleh perusahaan pada bulan Mei tahun lalu di pabrik produksi Linköping, Swedia.

Angkatan Udara Indonesia juga mengoperasikan 16 pesawat tempur campuran Su-27SK/ SKM dan Su-30MKK/ MK2. Selain itu, Indonesia juga sangat tertarik dengan Sukhoi-35 tapi terganjal minimnya dana.

Kokpit HAL Tejas versi dual seat. Foto: defence.pk

Siapa LCA Tejas?
LCA Tejas adalah pesawat tempur produksi Hindustan Aeronautics Limited (HAL) PT DI-nya India. Dalam jagad pesawat tempur, LCA Tejas jelas masih berusia sangat muda, terbang perdana pada 4 Januari 2001, dan baru resmi diluncurkan pada 17 Januari 2015. Dalam aspek desain, Tejas menganut konsep ‘gado-gado,’ seperti sayap delta yang mengacu ke Mirage 2000, sementara model air intake (lubang masuk udara) lebih mirip ke F/A-18 Hornet. Tejas sebagai pemempur masuk kualifikasi LCA (Light Combat Aircraft). Bila dikomparasikan, Tejas sebanding dengan jet tempur Gripen.

Baca Juga:  Dandim Rembang, Tampar Kepala Desa Yang Tidur Saat Rapat

Soal asupan teknologi, jangan anggap enteng si Tejas, pesawat yang dirancang Aeronautical Development Agency ini sudah menyokong teknologi seperti relaxed static stability, fly-by-wire flight control system, multi mode radar, integrated digital avionics system, composite material structures, dan flat rated engine.

komponen yang digunakan ada yang merujuk ke AS/NATO, Israel, dan Rusia. Seperti mesin, sudah memakai General Electric F404-GE-IN20 turbofan.Dengan mesin single ini dapat dicapai kecepatan maksimum Mach 1.8 dengan combat radius 500 km, dan ferry range sampai 1.700 km. Bicara soal avionik dan sistem penginderaan, Tejas diantaranya menggunakan Elta dari Israel untuk radar advanced AESA (Active Electronically Scanned Array) dan multi mode fire control radar EL/M-2032.

Yang unik lagi dari aspek persenjataan, Tejas menggunakan kanon internal Gsh-23 dua laras kaliber 23 mm buatan Rusia. Sementara untuk bekal rudal, Tejas dirancang membawa rudal udara ke udara besutan Rusia, seperti Vympel R77 dan R73. Sedangkan rudal udara ke permukaan bisa membawa Kh-59, Kh-31 dan Kh-35. Selain dari Rusia, Tejas digadang pas membawa rudal buatan Israel, seperti rudal udara ke udara Python dan Derby. Ada lagi rudal udara ke udara buatan dalam negeri India, Astra yang siap dipasang di Tejas. Lain dari itu, dengan delapan hard point, Tejas bisa diracik dengan aneka bom dan roket, termasuk roket S-8 yang sudah digunakan Sukhoi Su-27/Su-30 TNI AU.

Baca Juga:  Prajurit TNI Beri Pelatihan Komputer Siswa di Perbatasan RI - Papua Nugini

Guna memaksimalkan endurance, Tejas juga dapat dipasangi perangkat untuk isi bahan bakar di udara (air refuelling system probe) yang dipasok Cobham. Dengan nose landing gear model double wheels (dua roda), Tejas juga dirancang untuk bisa lepas landas dan mendarat dari kapal induk, dan memang HAL telah menyiapkan versi Tejas M1 dan Mk2 Navy. Sayangnya untuk proyek dengan AL India, bobot Tejas dilaporkan masih overweight untuk dioperasikan dari kapal induk mereka.

Sebagai alutsista kebanggaan nasional, HAL telah mendapat kontrak pengadaan 103 unit Tejas dalam berbagai varian untuk AU. Ditargetkan AU India akan diperkuat 14 skadron Tejas, kini satu skadron Tejas (45 Squadron – Flying Daggers) telah beroperasi di Bangalore, Karnataka. Meski masih dalam penyempurnaan, AL India menyatakan membutuhkan setidaknya 40 unit Tejas yang mampu beroperasi dari kapal induk.

Jika Indonesia membeli Tejas, bisa jadi India akan bisa lebih mudah dilobi untuk transfer teknologi daripada Rusia. 

sumber: idrw.org, indomiliter.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan