Indonesia Pelajari Opsi Lisensi Produksi Amunisi Dan Komponen BMP-3F

Indonesia sedang mempelajari opsi untuk memulai lisensi produksi amunisi dan komponen untuk BMP-3F, ungkap Wakil Kepala Russia’s Federal Service for Military and Technical Cooperation, Mikhail Petukhov.

Dilansir dari armyrecognition (24/03), Petukhov membuat pernyataan ini di pameran senjata internasional LIMA 2017. “Indonesia saat ini sedang mempelajari penawaran mengenai lisensi produksi amunisasi dan komponen terpisah BMP-3F yang sebelumnya juga telah dikirim,” kata wakil kepala. Menurut dia, Rusia siap untuk bekerja sama dengan pelanggan asing potensial di bidang produksi berlisensi.

“Kami siap untuk kerjasama semacam ini seperti pemanfaatan, parameter dan prospek harus dipertimbangkan dalam setiap kasus tertentu,” kata wakil kepala. Hari ini, Angkatan Bersenjata Indonesia memiliki armada BMP-3F. Seperti dilaporkan sebelumnya, Indonesia menerima 17 unit BMP-3F pada tahun 2010. Kemudian, eksportir senjata Rosoboronexport Rusia menyampaikan batch kedua sejumlah 37 unit BMP-3F kepada Indonesia.


BMP-3F adalah versi dasar dari kendaraan yang dirancang untuk Korps Marinir. Kendaraan dapat digunakan untuk unit pertahanan dan penjaga perbatasan di wilayah pesisir.


Kendaraan ini dirancang untuk pertempuran di wilayah pesisir dan pantai untuk pendaratan amfibi. Kendaraan ini dipersenjatai dengan senjata utama meriam 100mm, koaksial gun 30mm, rudal anti-tank dan senapan mesin 7.62mm. BMP-3F memiliki tiga awak dan dapat membawa tujuh prajurit marinir.

sumber: armyrecognition.com

Baca Juga:  Indonesia Dan Swedia Sedang Bernegosiasi Untuk Pembelian 12 Jet Tempur Gripen

1 Komentar

1 Trackback / Pingback

  1. Kapal Korvet Vyshny Volochyo Buyan M Class Perkuat Armada Laut Hitam Rusia – MiliterMeter.com

Tinggalkan Balasan