Indonesia Teken LoI Pembelian Pesawat Angkut Militer Airbus A400M

Pesawat angkut A400M Atlas mendarat di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta. Foto: airbus

Setelahb demo unit produk di Indonesia, Airbus Defence & Space telah menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Indonesia terkait dengan kemungkinan pembelian pesawat angkut A400M Atlas.

Dilansir flightglobal, Airbus menandatangi LOI dengan Pelita Air Services, yang merupakan konsorsium perusahaan milik negara yang terlibat dalam bidang dirgantara.

“A400M bisa menjadi aset yang luar biasa untuk mendukung visi Indonesia dalam menciptakan jembatan udara untuk membantu mendistribusikan kekayaan dan sumber daya di seluruh nusantara serta memberikan dasar untuk ekspansi kami dalam kerjasama industri yang telah lama terjalin,” kata Fernando Alonso, kepala bidang pengembangan pesawat militer Airbus.


“A400M mempunyai desain yang maju dan kinerja yang luar biasa, yang membuatnya sangat handal dalam memenuhi tuntutan untuk menciptakan jaringan transportasi udara yang aman dan kuat bagi Indonesia. Dan di masa depan juga bisa menjadi dasar untuk transformasi operasi mobilitas udara Angkatan Udara Indonesia.”

LOI menetapkan tahap untuk mendiskusikan topik selanjutnya, seperti jumlah pesawat yang bisa diperoleh Jakarta dan partisipasi industri lokal.


Airbus telah lama tertarik menjual A400M ke Indonesia. Pada 2012, perusahaan mengatakan berkolaborasi dengan PT Dirgantara Indonesia terkait kemungkinan penyediaan hanggar konstruksi A400M.

Airbus memiliki hubungan yang luas dengan industri Indonesia, PTDI sekarang telah menjadi produsen tunggal C212 di dunia, yang menghasilkan upgrade NC212i. Perusahaan Indonesia juga memproduksi CN235 dan C295, dan memiliki hanggar konstruksi platform Airbus Helicopters.

Baca Juga:  Indonesia Bakal Jadi Pembeli Pertama Pesawat AEW Buatan India

Pelita Air menyediakan layanan charter udara di seluruh dunia, operasi minyak dan dukungan gas serta jasa penerbangan umum. Pelita Air memiliki armada campuran dari pesawat sayap tetap hingga helikopter yang berbasis di bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Tugas utama armada ini  adalah mendukung perusahaan minyak negara Indonesia, Pertamina. Layanan udara komersial diperkenalkan pada tahun 1981, ketika perusahaan menjadi anak perusahaan yang berdiri sendiri.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan