Indonesia Tolak Pesawat Mata-mata P-8 Amerika Mampir Isi BBM

Indonesia dikabarkan Reuters menolak proposal permitaan Amerika Serikat (AS) untuk mengizinkan pesawat intai maritim P-8 Poseidon untuk mampir mengisi bahan bakar.

Menurut kabar tersebut, pemerintah AS telah mengajukan izin tiga pejabat yang semuanya menolak dengan tegas. Ketiganya adalah, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Presiden Joko Widodo.

Namun belum ada konfirmasi soal ini dari dua kementerian dan sekretariat kepesidenan terkait kabar ini.

AS sendiri cukup kecewa dengan penolakan Indonesia ini. Karena Indonesia biasanya menjunjung kebijakan luar negeri bebas aktif yang netral.

P-8 sendiri saat ini sedang aktif berpratoli di kawasan Laut China Selatan (LCS) dalam ketegangan dengan China

Indonesia sendiri punya sedikit masalah tumpang tindih wilayah dengan China. Beberapa kali cost guard China dan Indonesia terlibat konfrontasi saling usir.

Sementara itu, menurut seorang analis Asia Tenggara di Washington, mencoba mendapatkan hak pendaratan pesawat mata-mata adalah hal yang ceroboh. Itu, kata dia, menunjukkan bahwa hanya sedikit orang di pemerintahan AS memahami Indonesia.

“Ada batasan yang jelas untuk apa yang dapat Anda lakukan,” katanya dilansir dari laman yang sama.

AS baru-baru ini menggunakan pangkalan militer di Singapura, Filipina, dan Malaysia untuk mengoperasikan penerbangan P-8 di atas LCS.

Baca Juga:  Tentara Swedia Tewas Terlindas Tank Dalam Latihan Perang Northern Wind 2019

2 Komentar

Tinggalkan Balasan