Ingat! Tujuan G30S PKI Adalah Mengganti Pancasila Bukan Menggulingkan Soekarno

Aksi G30S PKI adalah upaya untuk mengganti ideologi negara Pancasila dengan negara Komunis, bukan untuk menggulingkan Soekarno dari Presiden.

Satu-satu kekuatan politik yang selama tahun 1960-an secara frontal menghalangi niat PKI adalah Angkatan Darat. Maka pucuk pimpinan AD harus dihabisi, diganti dengan orang-orang yang pro PKI, agar rencana mengganti Pancasila bisa terwujud.

Maka para pimpinan AD menjadi sasaran. Mereka adalah:
1. Jenderal Abdul Haris Nasution (gagal dibunuh), Menteri Pertahanan dan Keamanan.
2. Jenderal Ahmad Yani, Panglima Angkatan Darat.
3. Mayjen Suprapto, Deputi AD bidang administrasi.
4. Mayjen Tirtodarmo Haryono, Deputi bidang Perencanaan dan Pembinaan.
5. Mayjen Siswono Parman, Deputi Bidang Intelijen.
6. Brigjen Donald Isaac Panjaitan, Asisten Panglima Bidang Logistik
7. Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal AD.

Dalam rencana PKI, ketujuh Jenderal di atas adalah anggota Dewan Jenderal yang akan menggulingkan Soekarno. Mereka diculik agar mau menanda tangani surat pengakuan bahwa Dewan Jenderal memang ada dan memang benar akan menggulingkan Soekarno. Namun para Jenderal menolak fitnah tersebut walau disiksa sampai mati.

Rencana PKI terutama gagal karena sasaran utama, Menteri Pertahanan Abdul Haris Nasution, gagal dibunuh. Dan kemudian melakukan serangan balik

Apakah niat dan rencana PKI itu diketahui dan direstui oleh Presiden Soekarno? entahlah.

Pada pagi 1 Oktober 1965. Bung Karno telah mengetahui adanya gerakan PKI. Di hari itu dia langsung memilih berkantor di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

Baca Juga:  Kisah Karamnya Kapal Heavy Cruiser Jerman Dalam Pertempuran River Plate

Sedangkan di tubuh AD sendiri kabar masih simpang siur. Ada informasi bahwa para Jenderal AD diamankan Presiden oleh Pasukan Cakrabhirawa dan ada info mereka sudah dieksekusi mati.

Dengan gugurnya para Jenderal AD, PKI berharap penggantinya adalah perwira-perwira yang pro PKI. Sehingga rencana PKI membentuk angkatan bersenjata kelima (barisan tani) tidak ada yang menghalangi.

Angkatan kelima ini nantinya akan digunakan PKI menyaingi bila perlu menyeranh Angkatan Darat, rencana mirip dengan skenario Revolusi Bolshevik yang berhasil di Rusia pada tahun 1917.

Revolusi Bolsehivk adalah pemberontakan kaum komunis di Rusia tahun 1917 yang dipimpin Vladimir Lenin menggunakan “Pasukan Merah Buruh Dan Tani” yang dibentuk oleh Pemerintahan Tsar Rusia selama Perang Dunia I.

Pasukan Merah Komunis Rusia

Perang Dunia I, pecah pada tahun 1914, membuat pemerintah Rusia mengeluarkan kebijakan wajib militer bagi para buruh untuk menjadi pasukan dan bertempur di medan perang. Mereka disebut Pasukan Merah Buruh dan Tani.

Setelah Perang Dunia I selesai, Pasukan Merah Buruh dan Tani yang kebanyakan adalah anggota Partai Komunis Bolshevik dimanfaatkan oleh Lenin untuk merebut kekuasaan. Sempat gagal di pemberontakan pertama pada Juni 1917, Lenin dan Pasukan Merahnya berhasil pada upaya yang kedua pada Oktober 1917.

Inilah kenapa PKI ngotot membentuk angkata bersenjata kelima dari Buruh dan Tani. Karena mereka ingin meniru pemberontakan Bolshevik di Rusia. Dan rencana ini selalu ditentang oleh TNI AD.

1 Komentar

  1. Cara pki merekrut anggota partai sehingga besar itu dengan cara paksa kalau tidak mau maka ditembak orang orang kampung… orang orang tua bilang kalau ada pki mereka kabur kehutan…sehingga harta dirumah habis di rampasnya…

Tinggalkan Balasan