Inggris Rilis Gambar Terbaru Pesawat Tempur Tempest Generasi ke-6

Minggu lalu, Kantor Kemampuan Angkatan Udara Kerajaan dan Tim Tempest cabang mengadakan pengarahan virtual untuk memberikan pembaruan mengenai pesawat tempur generasi ke-6 mereka yang akan datang yang dijuluki “Tempest.”

Bersamaan dengan pembaruan industri dan diskusi tentang kemajuan program, Kementerian Pertahanan Inggris juga mengungkapkan rendering artis baru dari pejuang baru (ditampilkan di atas).

Team Tempest menyertakan daftar kontraktor pertahanan yang saat ini sedang mengerjakan bagian dari pesawat yang akan datang, dan mereka telah membuat beberapa klaim tinggi tentang apa yang dapat dilakukan oleh pesawat tempur baru ini. Mitra industri yang terlibat dalam program ini termasuk BAE Systems (pimpinan pesawat), Rolls-Royce, Leonardo, dan MBDA.

Sama seperti program NGAD (Next Generation Air Dominance) milik USAF, program Tempest juga dimaksudkan untuk melompati kemampuan yang ditawarkan oleh jet tempur paling canggih di dunia yang beroperasi saat ini seperti F-35, F-22, J-20 dan Su-57.

Namun, lompatan dari 5th Gen ke 6th Gen lebih banyak menyebutkan pada pemasaran ketimbang teknisnya, bagaimanapun istilah “Generasi” adalah sebuah istilah yang digunakan setiap industri dirgantara dunia, untuk menggambarkan desain dan proses produksi yang masuk ke dalam platform.

Sehingga, tidak ada persyaratan formal atau resmi tolak ukur sebuah pesawat “Generasi 6”, tetapi ada sejumlah yang dibuat oleh para ahli pertahanan mengenai kemampuan yang dibutuhkan jet semacam itu. Ini termasuk penggunaan kecerdasan buatan, kemampuan untuk mengoprasikan drone, serta kemampuan seperti pada pesawat 5th Gen sebelumnya seperti stealth dan pengolahan data.

Baca Juga:  Turki Kerahkan 20 Jet Tempur Ke Perbatasan Suriah dan Irak

Menurut grafik yang dibuat oleh BAE Systems ini, Tempest berjanji untuk memenuhi setiap persyaratan tersebut. Dikatakan, radar Tempest mampu mengelola 10.000 kali data yang diklaim dari sistem radar yang ada saat ini.

Tempest juga sudah seluruhnya menggunakan saklar digital pada kokpit pesawat dan augmented reality yang akan dikenakan pilot, dilain itu Rolls Royce sedang mengerjakan sistem propulsi baru yang akan membakar lebih panas dan bertenaga dari mesin pesawat tempur sebelumnya, panas mesin juga dapat diatur pilot jika sedang membutuhkan misi stealth.

Sumber: businessinsider.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan