Inggris Tes Sistem Rudal Land Ceptor Senilai 4,6 Triliun Rupiah

Militer Inggris mengklaim berhasil menguji coba sistem rudal pertahanan baru senilai 250 juta poundsterling atau lebih dari Rp4,6 triliun. Senjata pertahanan ini diklaim akan melindungi Kepulauan Falkland, wilayah yang pernah diperebutkan dengan Argentina.

Sistem rudal pertahanan Land Ceptor diklaim mampu “membunuh” drone berkecepatan tinggi.

“Dalam menghadapi ancaman yang semakin meningkat, sangat penting bahwa Angkatan Bersenjata kami memiliki kemampuan untuk menjaga keamanan Inggris,” kata Menteri Pertahanan Gavin Williamson.

“Land Ceptor akan menjadi tameng medan perang yang tangguh, melindungi pasukan kita dari serangan dan pesawat musuh saat beroperasi,” ujarnya, seperti dikutip express.co.uk, Senin (28/5/2018).

Sistem rudal itu dibangun oleh perusahaan pembuat senjata MBDA. Sistem itu terdiri dari Common Anti-air Modular Missile (CAMM), kendaraan peluncur dan dua kendaraan pendukung unit penembak.


Land Ceptor bisa dengan cepat ditempatkan di medan kasar. Menurut Kementerian Pertahanan Inggrism sistem itu akan mengganti baterai Rapier Royal Artillery yang selama ini melindungi Kepulauan Falkland.

Sistem Land Ceptor juga akan dikerahkan di seluruh dunia sebagai sistem pertahanan berbasis darat untuk menangkis serangan rudal, drone dan jet tempur.


Setelah berakhirnya Perang Falkland pada tahun 1982, Inggris melakukan investasi besar-besaran untuk pertahanan di wilayah tersebut, termasuk membangun lapangan terbang baru di RAF Mount Pleasant, 27 mil (43 km) di sebelah barat Stanley.

Baca Juga:  Bedanya Beli Pesawat Buatan Rusia dan Amerika, Ancaman Embargo Atau Langkanya Suku Cadang?

Sumber: Sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan