Ingin Bebas Wajib Militer, Pemain Korea Harus Meraih Emas di Asian Games

Bintang sepakbola Korsel, Son Heung Min. Foto: AFP

Wajib Militer di Korea Selatan menjadi momok menakutkan bagi karir para atlit di sana. Durasi pendidikanya yang memakan waktu 2 tahun, dianggap bisa membunuh karir pemain saat usia emas antara 20-27 tahun. Sedangkan usia atlit di atas 27 tahun sudah bisa dianggap menurun.

Salah satu cara untuk menghindari wajib militer adalah mempersembahkan medali untuk negara, termasuk meraih emas di ajang Asian Games.

Salah satu atlit Korea Selatan yang memburu emas demi menghindari wajib militer adalah pemain sepakbola Tottenham Hotspur Son Heung Min. Son saat ini berusia 26 tahun dan belum ikut wajib militer, jika gagal merebut emas, maka dia harus segera masuk ke kamp militer selama dua tahun.

Merelakan karir sepakbolanya yang cemerlang di Liga Inggris, dan saat nanti keluar dari kamp, usianya sudah 28 tahun. Berat jika harus meniti ulang karirnya.

Penggawa Korea Selatan, terutama pemain senior, menampik anggapan mereka memburu medali emas Asian Games 2018 hanya untuk menghindari wajib militer (wamil) setelah mereka berhasil menembus perempat-final.

Son dalam kostum Tottenham Hotspir

Korsel masuk ke delapan besar usai menundukkan Iran dengan skor 2-0 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kamis (23/8) malam WIB. Mereka selanjutnya akan menghadapi Uzbekistan yang mengalahkan Hong Kong 3-0.

Pada Asian Games kali ini, Korsel diperkuat tiga pemain senior, yakni kiper Jo Hyeon Woo, gelandang Son Heung Min, dan striker Hwang Ui-jo. Medali emas menjadi kewajiban jika mereka ingin menghindari wamil selama dua tahun.

Baca Juga:  TNI dan Tentara Malaysia Akrab Banget di Sini, Bisa Sama-sama Sedih

“Sejujurnya, tidak tekanan spesial terkait masalah seperti itu, karena kami datang ke sini untuk memenangi turnamen ini. Kami hanya fokus di turnamen, dan berharap menembus final,” tegas striker Lee Seung Woo diwartakan Channel News Asia.

Hal senada diungkapkan Son. Kapten Korsel ini mengatakan, ia tidak membawa misi apapun dengan bergabung ke skuat U-23. Menurutnya, ia sangat menikmati permainan sepakbola, baik di klub maupun timnas. Son memuji rekan-rekannya yang tampil penuh percaya diri ketika mengalahkan Iran.

“Saya pernah bilang minta maaf [absen di beberapa laga Tottenham Hotspur]. Tapi ajang ini sangat penting bagi saya, karena membawa nama negara saya,” kata Son.

“Saya menikmati bermain untuk Spurs, begitu juga untuk negara saya. Tidak ada yang berbeda. Saya berusaha memperlihatkan permainan terbaik ketika dipercaya tampil.”

“Saya kira kami tim yang kuat, walau Iran juga tim tangguh. Sangat penting punya mental kuat. Tekanan memang ada, tapi saya kira kami lebih percaya diri dibandingkan Iran.”

Sumber: goal.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan