Ini Bedanya Perspektif Perawatan Pesawat Tempur Rusia dan Amerika

Baik US maupun Soviet/Rusia memiliki pemikiran yang berbeda terkait dengan perawatan pesawat, dan ini pun berpengaruh juga ke kriteria desain pesawat.

Soviet menerapkan sistem “effective minimum lifetime” serta “peace lifetime”. Tujuannya agar mereka dapat memiliki aset yang tersedia dalam jumlah besar begitu Perang Dunia III pecah nanti. Pada saat damai, aset-aset yang operasional diganti secara periodik oleh aset lain yang setara maupun yang sudah diperbaharui dari stockpile cadangan perang, agar aset di garis depan dapat dikirim ke fasilitas overhaul. Ini dilakukan supaya ketika konflik mayor dimulai, semua aset operasional akan tersedia dengan kemampuan beroperasi sekian jam minimum yang spesifik.

Sebagai contoh, katakanlah ada pesawat produk Soviet yaitu MiG-68. MiG-68 mempunyai umur pakai total 2,000 jam sebelum nantinya rusak. Sesuai dengan prosedur Soviet, MiG-68 harus dikirim secara berkala ke fasilitas overhaul agar memiliki effective minimum lifetime, sehingga setiap 1,000 jam MiG-68 yang ada di squadronnya masing-masing kemudian ditarik dan digantikan sementara oleh pesawat yang diambil dari stockpile cadangan. Dengan adanya perawatan ini, umur pakai MiG-68 mampu di-reset menjadi 2,000 jam lagi.

Lalu tiba-tiba Perang Dunia III pecah, squadron-squadron segera terbang menjalankan misi tempur dan situasi tidak memungkinkan untuk melakukan rutinitas ini. Tidak masalah, MiG-68 masih bisa dipakai karena MiG-68 memiliki effective minimum lifetime –berkat rutinitas masa damai tadi, semua pesawat yang operasional dapat digunakan paling sedikit 1,000 jam lagi. Effective minimum lifetime juga menjamin combat life dengan reliabilitas yang tinggi, pesawat berada dalam kondisi prima dan dapat beroperasi dengan baik.

Baca Juga:  Robo Ball, Robot Mata-mata Rusia Berbentuk Bola

Perspektif Soviet juga menekankan simplisitas dalam memenuhi kebutuhan operasional. Angkatan Bersenjata Soviet banyak diisi oleh mereka yang menjalankan wajib militer, banyak anggota tentara maupun teknisi yang sebelum masuk militer merupakan bekas buruh pabrik atau petani. Mereka tidak terlatih, tidak memiliki pengalaman dalam menangani pesawat. Akibatnya, insinyur Soviet mendesain atmosfer manufaktur dengan komponen teknologi rendah, namun manpower-intensive dengan proses dan mesin yang tidak kelewat rumit.

Apa implikasi dari perawatan dengan perspektif Soviet ini? Bagi pemakai dari luar, umur pesawat buatan Soviet/Rusia memang terlihat pendek karena harus dirawat dalam interval waktu yang lebih pendek ketimbang pesawat-pesawat US –apalagi bila pemakai luar tersebut tidak memiliki stockpile pesawat cadangan yang besar seperti Soviet. Perawatan juga terlihat repot karena harus dilakukan di “garis belakang” untuk orang-orang Soviet, dan bagi pemakai luar Soviet, ini berarti pesawat mereka harus diangkut langsung ke pabrik di Soviet/Rusia/negara-negara bekas Soviet. Itulah mengapa pesawat Soviet didesain modular, bisa dibongkar-pasang untuk mempermudah pengangkutan satu pesawat itu ke fasilitas perawatan dengan kapal atau transport berat semacam Antonov.

Untuk benar-benar menerapkan sistem Soviet, yang harus disiapkan adalah stockpile spare part serta pesawat cadangan dalam jumlah besar. Rusia tidak memiliki banyak pesawat transport militer yang sekelas dengan C-130 untuk membawa komponen ke garis depan, karena bila ada pesawat yang rusak mereka bisa langsung mengambil dari stockpile cadangan.

Perspektif perawatan pesawat US berbeda. Misal, ada pesawat tempur buatan US yaitu F/A-68. F/A-68 mempunyai umur pakai total 2,000 jam sebelum nantinya rusak. F/A-68 akan dipakai operasional terus-menerus hingga umurnya sudah mendekati 2,000 jam, lalu akan diadakan perawatan berat bertajuk SLEP (Service Life Extension Program) untuk memperpanjang umur pesawat tersebut lebih dari 2,000 jam yang ditetapkan di awal.

Baca Juga:  Kapal Zumwalt Amerika Diluncurkan Tanpa Senjata Utamanya

Lalu tiba-tiba Perang Dunia III pecah, squadron-squadron segera terbang menjalankan misi tempur. Bagaimana jika umur F/A-68 yang ada di depan tinggal 500 jam lagi? Tidak masalah, pesawat dapat tetap dipakai dan bila perlu, perawatan bisa dilakukan secara taktis di lapangan karena pesawat US memang didesain agar perawatan dapat dilakukan dengan mudah di lapangan. Jika reliabilitas dalam combat life pesawat turun karena umur pesawat sudah mau habis, masalah yang ada dapat di-troubleshoot di lapangan. Toh depot pemeliharaan USAF dapat mengikuti pesawat-pesawat tempurnya hingga ke garis depan, begitu juga dengan kontraktor sipil dari pabrik pesawat.

Berbeda dengan Soviet yang memiliki sistem wajib militer, US/NATO menggunakan personnel terlatih untuk perawatan pesawat, karena perawatan pesawat adalah karir di bidang militer sehingga mereka yang ingin bekerja di bagian ini pun harus mendapatkan pendidikan khusus untuk mengurus pesawat. Turut berpartisipasi juga dalam perawatan pesawat, adalah kontraktor sipil berpendidikan tinggi yang memiliki fasilitas perawatan terbaik hingga ke garis depan.

Untuk benar-benar menerapkan sistem US, yang harus disiapkan adalah personnel terlatih, peralatan untuk perbaikan maupun perawatan lapangan, serta transport militer seperti C-130 yang diperlukan untuk membawa spare part pesawat ke garis depan agar dapat mengganti komponen pesawat yang rusak.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan