Ini Calon Pesawat Tempur Ringan AU Malaysia, Syarat Utamanya Harga Murah

Tentara Udara Diraja Malaysia (AU) sedang kekurangan pesawat tempur menyusul lumpuhnya armada MiG-29 buatan Rusia yang kekurangan spare part. Dinsaat bersamaan mereka juga butuh pesawat latih tempur terbaru untuk menyongsong era 4,5G.

Karenanya Kementrian Pertahanan Malaysia sedang menyusun program agar kebutuhan dua pesawat terpenuhi.

Pada 14 November, seorang pejabat mengatakan bahwa rencana Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) untuk mendapatkan hingga 36 LCA dengan opsi tambahan 26 telah diijinkan, dan bahwa persetujuan pemerintah sekarang diperkirakan akan turun dalam kuartal pertama tahun 2020.

Sebuah slide briefing yang disajikan oleh pejabat tersebut menunjukkan delapan pesawat kandidat untuk menggantikan armada BAE Systems Hawk, MiG-29, dan Aermacchi MB339 RMAF dan untuk menambah kekuatan Boeing F/A-18 Hornet dan Sukhoi Su-30 sebelum pada akhirnya pesawat-pesawat itu digantikan oleh tipe yang berbeda juga.

Untuk spesifikasi light Combat Aircraft/LCA, jenis pesawat yang dipertimbangkan adalah Korean Aerospace Industries (KAI) FA-50 Fighting Eagle; Hindustan Aeronautics Limited (HAL) Tejas; Leonardo M-346; Aero Vodochody L-39NG; CAC L-15A/B; CAC/PAC JF-17; Saab Gripen; dan Yakovlev Yak-130.

Dalam hal persyaratan LCA, pejabat tersebut menekankan bahwa platform yang dipilih harus dapat melakukan misi tempur udara-ke-udara dan udara-ke-darat secara efektif, dengan kemampuan serang maritim di masa depan; bahwa ia juga harus mampu melakukan operasi anti pemberontakan; serta harganya murah atau “layak secara ekonomi”; dan cukup dibeli untuk dapat melakukan operasi di dua teater secara bersamaan, dan dalam waktu yang sangat singkat.

Baca Juga:  MV-22 Osprey Korps Marinir AS Jatuh di Pantai Australia

Sumber : janes.com, TSM Angga Saja

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan