Ini Penyebab F-22 Raptor Gagal Lepas Landas

Angkatan Udara Amerika Serikat (AU-AS) mrilis hasil investigasi terkait insiden F-22 Raptor di Naval Air Station Fallon pada bulan April 2018 yang gagal lepas landas dan kemudian pesawat itu jatuh nyungsep aspal landasan.

Insiden yang melibatkan pesawat termahal dan tercanggih itu menjadi sorotan pemerhati militer. Ada apakah gerangan?

Berdasarkan berita yabg dirilis oleh military.com, Para penyelidik menyebutkan kontribusi terbesar insiden itu adalah kesalahan pilot yang disebabkan banyak input berperan, termasuk kesalahan data TOLD (Take off and landing data) yang tidak diinput dengan benar.


TOLD yang seharusnya diinput awak darat dengan data masukan dari kondisi di NAS Fallon pada hari kejadian rupanya tidak menampilkan data sebenarnya. Jadi ketika pilot berupaya untuk lepas landas pada kecepatan 142 knot, ia menarik roda pendaratnya masuk.

Padahal seharusnya pada hari itu F-22 lepas landas pada 164 knots, artinya jet tempur itu belum sepenuhnya mengangkasa dan masih berlari di landas pacu. Akibatnya tentu fatal, F-22 itu gagal lepas landas dengan sempurna, jatuh ke landas pacu, dan menggelesor sejauh 2.200 meter sampai akhirnya berhenti.

Pilot dianggap bersalah karena tidak mengoreksi data dan terlalu mengandalkan instrumentasi dan kurang memperhatikan kondisi di sekitar.


Sumber: UC News/Aryo Nugroho

Baca Juga:  Kapan Induk Dokdo Korea Selatan Akan Gunakan Rudal K-SAAM

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan