INS Arihant Kapal Selam Pelengkap Triad Nuklir India

India akhirnya mampu melengkapi kemampuan Triad Nuklirnya, untuk meluncurkan rudal nuklir dari darat, laut dan udara. Setelah Kapal selam nuklir pertama AL India, INS Arihant, dinyatakan laik beroperasi pada minggu ini.

Triad kemampuan serang nuklir India terdiri: dari darat dengan rudal balistik Agni, dari udara melalui armada Mirage-2000T MkII yang memiliki kapabilitas gotong bom nukir taktis, dan yang terakhir adalah INS Arihant, yang memiliki kemampuan untuk meluncurkan rudal taktis K-15 Sagarika dengan jarak luncur 350km dan rudal balistik K-4 yang masih dalam pengembangan dengan jarak 3.500km.

Kemampuan Triad Nuklir ini telah membawa India ke golongan negara superpower layaknya Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok.

Kapal selam dengan energi dan rudal nuklir adalah unsur yang paling menakutkan dari triad nuklir karena sulit dideteksi dan diketahui lokasinya. Rudal bisa mengancam dari mana saja.

INS Arihant, dalam bahasa India berarti sang penghancur musuh. Proyek ini diinisiasi oleh mantan Presiden dan bapak nuklir India, Abdul Kalam.

Meski berhasil membuat beberapa rudal nuklir tapi India gagal dalam membuat kapal selamnya. Ditambah biaya yang membengkak sangat tinggi, India akhirnya kembali pada sekutu dekatnya Rusia untuk mendapatkan mendapat transfer teknologi.

Berkat bantuan Rusia, India membuat program ATV (Advanced Technology Vessel) yang bertujuan untuk mengadakan 3 unit kapal selam dengan propulsi nuklir, dengan mengambil basis dari kapal selam Akula I. Semua dibuat di dalam negeri India dengan gelora semboyan “Make in India”.

Baca Juga:  Diancam Korea Utara, Penduduk Guam Minta Donald Trump Untuk Melihat Peta

INS Arihant dibuat di galangan kapal Visakhapatnam dan melalui uji coba yang panjang, tes uji apung pertama pada 26 Juli 2009, sedangkan reaktornya baru diaktifkan pada 2013 dan uji laik laut dan uji selam dilakukan pada Desember 2014.

INS Arihant ditenagai dengan reaktor nuklir hasil pengembangan DRDO dan Bhabha Atomic Research Centre (BARC). Desain reaktor nuklir yang mampu menghasilkan daya sebesar 85MW ini diambil dari desain dasar reaktor nuklir air ringan bertekanan VM-5, diminiaturisasi lagi agar muat ke dalam INS Arihant yang memiliki diameter 10 meter.

Yang masih menjadi misteri adalah kejujuran India soal operasional kapal ini. India membantah bahwa Arihant sudah siap beroperasional secara penuh, mungkin karena pertimbangan politik untuk mencegah reaksi dari duet musuhnya, Pakistan dan Tiongkok.

Sedangkan kapal nuklir kedua INS Aridhaman dijadwalkan akan meluncur pada 2018.


Rudal balistik K-4 sendiri belum masuk tahapan operasional, karena masih menjalani ujicoba intensif. Perkembangan terakhir menyebutkan bahwa K-4 sudah diuji tembak dari silo vertikal INS Arihant pada Maret 2016, dan meluncur sampai jarak 3.000km.

Para awak kru INS Arihant telah 10 tahun digembleng di Rusia dengan menyewa kapal selam Chakra II (K-152 Nerpa, Akula Class).

Spesifikasi INS Arihant :
Awak : 95
Kecepatan : 12-15 knot (permukaan); 24 knot (menyelam)
Reaktor nuklir : 85MW
Persenjataan : 12 SLBM dan 28 torpedo/ rudal.

Baca Juga:  Mengaku Salah Pencet, Pilot AU Spanyol Tembakkan Rudal AMRAAm

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan