Iran Bajak Kapal Tanker Milik Korea Selatan, Aksi Balas Dendam Pembekuan Aset?

Militer Iran dari Garda Revolusi mengejutkan dunia dengan aksi pembajakan pada Kapal Tanker MT Hankuk Chemi berbendera Korea Selatan (Korsel). Aksi ini bisa disebut dengan Pembajakan karena kapal itu berada di perairan internasional lalu ditahan ke wilayah Iran.

Kapal saat itu sedang membawa bahan kimia berbasis minyak sejumlah 7,200 ton. Dengab ruter berlayar dari Al Jubaul di Saudi Arabia ke Fujairah di UAE. Iran berasalan karena kapal tersebut telah melakukan polusi minyak, sehingga terpaksa ditangkap.

Awak kapal dari berbagai negara. Sebanyak 20 orang awaknya yaitu 11 orang Myanmar, 5 orang Korea, 2 orang Indonesia, dan 1 orang Vietnam juga ikut ditahan.

Iran saat ini diketahui sedang memiliki urusan terkait pembekuan aset senilai $7 milyar oleh Korea Selatan karena sanksi yang diberlakukan US. Selain itu Korea Selatan juga telah menghentikan pembelian minyak dari Iran sejak Mei 2020.

Dari video yang dirilis IRGC terlihat bahwa Hankuk Chemi didekati helikopter Bell 412 beserta lima perahu boghammar dan satu lagi patrol boat yang lebih besar.

Hankuk Chemi telah dibawa ke utara dan masuk ke dalam perairan teritorial Iran. Saat ini tanker tersebut berada di antara pulau Qeshm dan Larak.

IRGC menyatakan bahwa Hankuk Chemi ditahan karena “polusi minyak”, namun pemilik kapal DM Shipping mengatakan bahwa tanker tersebut tidak melakukan pelanggaran lingkungan. Pemerintah Korea Selatan meminta agar kapal tanker tersebut segera dilepaskan, dan dilaporkan juga bahwa Korea Selatan telah mengirim kekuatan militer ke Selat Hormuz. Tidak dijelaskan elemen apakah yang dikirim Korea Selatan ke kawasan tersebut.

Baca Juga:  Swedia Tawarkan Teknologi Tempur ke Indonesia

Sumber: Lighting II Chan/Thedrive.com/hisutton.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan