Iran Pamerkan Rudal dan Pesawat Tempur Terbaru, Siap Hadapi Israel dan Amerika

Fateh Mobin, rudal terbaru Iran yang dipamerkan pekan lalu.

Militer Iran akan mengumumkan jet tempur terbaru milik mereka dan meng-upgrade sistem pertahanan rudal. Hal ini dilakukan dalam menghadapi ancaman dari Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap negara tersebut.

“Prioritas pertama kita adalah kemampuan rudal dan kita harus memperkuatnya … melihat upaya-upaya musuh dalam pertahanan rudal,” sebut Menteri Pertahanan Iran, Amir Hatami, seperti dikutip Tasnim News Agency dan dilansir AFP, Senin (20/8/2018).

Ditambahkan Hatami bahwa jet tempur terbaru itu ‘akan terbang pada Hari Industri Pertahanan Nasional’ yang jatuh pada Rabu (22/8) mendatang.

Hatami menyebut bahwa program pertahanan Iran didorong oleh kenangan serangan-serangan rudal yang dialami Iran selama 8 tahun perang dengan Irak pada tahun 1980-an lalu dan ancaman berulang kali dari Israel dan AS yang menekankan bahwa ‘semua opsi ada di atas meja’ saat berhadapan dengan Iran.

“Kita telah banyak belajar dalam perang (Iran-Irak) bahwa kita tidak bisa bergantung pada orang lain, selain diri kita. Kita melihat bahwa kapan saja kita tidak mampu, tidak ada pihak yang akan mengampuni kita,” tegas Hatami.


“Sumber daya kita terbatas dan kita berkomitmen untuk membangun keamanan dengan biaya seminim mungkin,” imbuhnya.


Pesawat Tempur Qaheer 313 yang selalu diprogandakan sebagai pesawat tempur generasi ke-5 tercanggih di kawasan. Foto: timesofIsrael.com

“Kita meng-upgrade rudal-rudal kita sesuai ancaman dan tindakan musuh-musuh kita, sebagai penangkal dan untuk memberikan respons menghancurkan bagi musuh,” ucap Hatami.

Ditambahkan Hatami bahwa rival regional mereka, Arab Saudi ‘memiliki bujet militer terbesar di dunia setelah Amerika dan China … sementara bujet pertahanan kita terbatas’.

Baca Juga:  Paris Air Show 2019: Turki Tampilkan Pesawat Tempur Generasi Kelima TF-X

Lebih lanjut Hatami mengecam gagasan pembentukan Arab NATO, sebuah konsep lama yang baru-baru ini muncul kembali saat AS berupaya mendorong negara-negara Timur Tengah untuk saling menyatukan pertahanan mereka.

“Arab NATO adalah bagian dari permainan untuk memecah belah oleh musuh dan tidak pantas mendapat perhatian,” sebut Hatami. “Kecil kemungkinan bahwa Amerika dan rezim Zionis (Israel-red) membiarkan negara-negara muslim bersama-sama. Mereka tahu dengan baik bahwa tujuan negara-negara muslim adalah menghancurkan rezim Zionis dan membela Palestina,” tandasnya.

Sumber: detik.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan