ISIS Sudah Kalah Tapi Amerika Tidak Hengkang, Karena Ingin Menguasai Suriah

Rusia angkat suara terkait serangan Amerika Serikat (AS) terhadap milisi pro pemerintah Suriah. Rusia mengingatkan AS bahwa kehadiran mereka di Suriah ilegal.

“Kehadiran AS di Suriah benar-benar ilegal,” tegas Duta Besar Rusia untuk PBB dalam pertemuan tertutup di Dewan Keamanan PBB.

“Tidak ada yang mengundang mereka di sana,” sambung Vasily Nebenzya sembari menekankan bahwa perjuangan keras untuk stabilitas Suriah terancam oleh tindakan AS.


“Mereka (AS) terus-menerus menegaskan bahwa mereka memerangi terorisme internasional di sana, tapi kami melihat bahwa mereka melampaui kerangka kerja ini,” tukas Nebenzya seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (9/2/2018) .

Dia pun memperingatkan anggota koalisi pimpinan AS bahwa perbuatan kriminal itu hanya melibatkan satu-satunya kekuatan yang benar-benar melawan terorisme internasional di Suriah.

Pada hari Rabu, koalisi pimpinan AS mengatakan bahwa mereka melakukan beberapa serangan udara “defensif” terhadap pasukan Suriah di provinsi Deir Ez-Zor. Serangan itu sebagai pembalasan ata apa yang mereka gambarkan sebagai serangan tidak beralasan terhadap Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dan penasihat militer asing.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, unit milisi Suriah bergerak maju melawan sel tidur teroris ISIS di dekat bekas pabrik pengolahan minyak al-Isba, ketika tiba-tiba berada di bawah serangan udara besar-besaran. Sedikitnya 25 milisi terluka dalam serangan tersebut, kata Menteri Luar Negeri Rusia, yang menjelaskan bahwa pasukan pro-pemerintah yang menjadi sasaran koalisi tidak mengkoordinasikan operasi mereka dengan komando Rusia.

Baca Juga:  Sniper Pasukan Khusus Inggris SAS Bunuh Petinggi ISIS dari Jarak 1,6KM

Damaskus menyebut serangan tersebut sebagai kejahatan perang, sementara militer Rusia menegaskan bahwa tujuan sebenarnya Washington adalah untuk menguasai aset ekonomi di Suriah.


Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menegaskan bahwa kehadiran militer AS di Suriah menimbulkan ancaman berbahaya bagi proses politik dan integritas teritorial negara tersebut. Sementara Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menyerukan serangan lain atas kedaulatan Suriah oleh AS.

AS, bagaimanapun, tetap bergeming dan berjanji untuk terus mendukung pasukan sekutunya di Suriah dengan “biaya” apapun.

“Kami terus mendukung SDF untuk mengalahkan ISIS. ISIS masih ada, dan misi kami masih harus mengalahkan ISIS,” kata juru bicara Pentagon Dana White.

“Kami akan terus mendukung mereka. Tujuan kami adalah memastikan bahwa diplomat kita dapat bernegosiasi dari posisi yang kuat, sehubungan dengan proses Jenewa,” imbuhnya.

(Sindonews/TSM)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan