Israel Berusaha Cegah Pembelian F-35 Uni Emirat Arab

Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk menjual pesawat jet tempur canggih F-35 kepada Uni Emirat Arab (UEA). Langkah itu telah memicu kecemasan Israel yang tidak ingin kekuatannya di Timur Tengah tersaingi.

Kekhawatiran Israel muncul setelah Institute for National Security Studies (INNS) di Tel Aviv menerbitkan sebuah artikel peringatan bahaya bagi Israel terkait rencana AS menjual jet tempur generas kelima itu kepada UEA.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mencoba meredam kekhawatiran para pejabat Israel dengan meyakinkan keunggulan Israel. Israel menjadi negara pertama di Timur Tengah yang membanggakan armada tempurnya dilengkapi jet tempur F-35 pada tahun 2017.

Laporan INSS berupa peringatan bagi Israel itu ditulis peneliti Shimon Arad. ”Superioritas udara Israel selama satu dekade berikutnya akan mencapai tingkat yang besar bergantung pada keunggulan teknologi yang dimiliki pesawat jet tempur F-35,” tulis Arad.

“Untuk itu, Israel harus mempertahankan eksklusivitas regionalnya dari platform ini dan harus berupaya menunda penjualan pesawat generasi kelima tersebut ke negara-negara lain di wilayah ini selama mungkin,” lanjut laporan tersebut.

Alasan di balik pertimbangan Amerika untuk memasok UEA dengan jet tempur F-35 karena negara itu merupakan sekutu penting Amerika di Teluk Persia. Dengan memiliki jet tempur canggih itu, UEA bisa mengimbangi kekuatan Iran.

Faktor lainnya adalah keuntungan ekonomi AS, khususnya bagi Lockheed Martin, produsen senjata yang memproduksi jet tempur F-35.

Baca Juga:  Rusia dan Amerika Masih Jadi Raja Pengekspor Senjata Dunia

Arad mengatakan bahwa mengakhiri eksklusivitas Israel atas F-35 akan bertentangan dengan undang-undang AS dari tahun 2008 yang memperkuat kebijakan Amerika bahwa superioritas Israel harus dilindungi.


Menurut undang-undang itu, Israel harus memiliki sistem senjata Amerika yang unggul secara teknologi dibandingkan dengan negara-negara Arab. Rencana Washington untuk menjual jet tempur F-35 ke UEA itu diprediksi akan ditentang Kongres.

”Kekuatan udara Israel sangat penting bagi citra,” kata Arad. “(Kekuatan) telah melindungi wilayah udara negara ini, memberikan respons pertama dan multi-arena terhadap ancaman, serta memungkinkan pembalasan.”


“Namun, keunggulan udara Israel telah terkikis dalam beberapa tahun terakhir, karena kombinasi dua proses penumpukan kekuatan di negara-negara Arab—peningkatan sistem pertahanan udara mereka dan akuisisi pesawat tempur canggih secara besar-besaran,” lanjut Arad, seperti dikutip dari JNS, Jumat (9/3/2018). (sindonews.com)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan