Israel dan Amerika Khawatirkan Kiriman S-300 Dari Rusia Ke Suriah

Pemerintah Israel dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan sedang ribut gara-gara Rusia memasok sistem pertahanan rudal udara S-300 untuk Suriah.

Kiriman ini adalah untuk mengantisipasi serangn pesawat tempur Israel yang makin intens ke wilayah Suriah. Dalam salah satu serangan pekan kemarin, pesawat mata-mata Rusia tertembak Rudal S-200 milik Suriah, kesalahan tembak terjadi di saat pesawat F-16 Israel sedang gencar menyerbu.

Rusia menduga karena sistem S-200 sudah terlalu usang, tak ingin kejadian serupa, mereka mengirim s-300 yang lebih canggih lagi.

Langkah Moskow ini langsung disambut seruan keras dari Tel Aviv dan Washington pada Senin malam mereka menghimbau untuk membatalkan keputusannya. Mereka menilai langkah Moskow akan semakin mengguncang kawasan dan meningkatkan ketegangan yang sudah memanas.

Keputusan militer Moskow itu juga membuat kabinet keamanan Israel menggelar rapat pada Selasa (25/9/2018) pagi. Pertemuan itu untuk membahas perkembangan terbaru yang melibatkan hubungan Tel Aviv dengan Moskow setelah retak akibat insiden jatuhnya pesawat mata-mata Il-20 yang menewaskan 15 tentara Moskow.

Presiden Rusia Vladimir Putin melalui telepon sudah memberitahu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tentang keputusan militernya untuk menyediakan sistem S-300 kepada Suriah.

Netanyahu melalui kantornya telah memberikan tanggapan. “Perdana menteri mengatakan menyediakan sistem persenjataan canggih kepada aktor yang tidak bertanggung jawab akan memperbesar bahaya di wilayah tersebut, dan bahwa Israel akan terus mempertahankan diri dan kepentingannya,” bunyi pernyataan kantor Netanyahu, seperti dikutip Times of Israel.

Baca Juga:  Amerika dan Turki Di Ambang Perang Terbuka di Suriah

Secara bersamaan, Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan keputusan Rusia adalah “kesalahan besar” yang akan menyebabkan eskalasi signifikan. Bolton mendesak Moskow untuk mempertimbangkan kembali keputusannya.


Channel 10 News mengutip seorang pejabat senior Amerika menyatakan bahwa sistem rudal S-300 dapat membahayakan jet-jet tempur Angkatan Udara AS yang beroperasi melawan kelompok Islamic State atau ISIS di Suriah.


“Membawa lebih banyak rudal anti-pesawat ke Suriah tidak akan menyelesaikan penembakan misil yang tidak profesional dan sembarangan dan tidak akan mengurangi bahaya bagi pesawat yang terbang di daerah itu,” kata pejabat yang tidak disebutkan namanya tersebut.

Rusia sebelumnya membuat pengumuman soal paparan data menit demi menit jatuhnya pesawat Ilyushin Il-20 oleh sistem S-200 Suriah pada 17 September lalu. Insiden friendly fire itu menewaskan 15 tentara Rusia. Moskow menyalahkan Tel Aviv dengan menuduhnya menggunakan pesawat Il-20 sebagai perisai jet-jet tempur F-16 Israel dari respons S-200 Damaskus.

Dalam panggilan telepon dengan Netanyahu, Putin mengatakan dia tidak setuju dengan penjelasan versi Israel yang menyalahkan militer Suriah dalam insiden mematikan itu.

“Informasi yang diberikan oleh militer Israel bertentangan dengan kesimpulan dari kementerian pertahanan Rusia,” kata Kremlin mengutip pernyataan Putin dalam panggilan telepon dengan Netanyahu. Menurut Putin, tindakan pilot Israel telah menyebabkan pesawat Rusia ditargetkan oleh sistem pertahanan udara Suriah.

Baca Juga:  Pemerintah Suriah Umumkan Kemenangan di Ghouta Timur

“Pihak Rusia melanjutkan dari fakta bahwa tindakan oleh angkatan udara Israel adalah alasan utama untuk tragedi itu,” lanjut Kremlin.

Sumber: sindonews.com

4 Komentar

Tinggalkan Balasan