Israel dan Singapura Kembangkan Rudal Anti Kapal Canggih

Israel dan Singapura dilaporkan menjalin kerjasama untuk mengembangkan dan memproduksi bersaman rudal anti kapal yang diklaim sangat mumpuni.

Kerjasama ini diumumkan oleh Singapore Technologies Engineering Ltd (ST Engineering) pada hari Kamis (16/07) bahwa mereka telah menandatangani perjanjian dengan Israel Aerospace Industries Ltd (IAI) untuk mendirikan perusahaan patungan (JV) di Singapura. ST Engineering dan IAI masing-masing memegang 50% saham perusahaan patungan tersebut.

Perusahaan patungan bernama Proteus Advanced Systems Pte Ltd itu akan memanfaatkan kekuatan dan rekam jejak perusahaan induknya untuk memasarkan dan menjual sistem rudal anti kapal canggih, termasuk sistem rudal anti-kapal generasi ke-5 baru yang disebut ‘Blue Spear’. Menurut sumber yang terkait dengan perusahaan patungan baru tersebut, Blue Spear (5G SSM) memperkenalkan pendekatan yang lebih canggih dan baru untuk mengatasi tantangan dalam arena pertempuran laut modern dalam tahun-tahun yang akan datang. Rudal anti-kapal Blue Spear dikembangkan bersama oleh ST Engineering Singapura dan IAI Israel berdasarkan perjanjian pengembangan yang ditandatangani antara kedua negara beberapa tahun yang lalu. Berdasarkan perjanjian pembagian-kerja ini, peran ST Engineering mencakup desain, pengembangan, dan produksi subsistem utama seperti motor booster dan hulu ledak.

Wilayah Asia Tenggara dan, khususnya Singapura, dianggap sebagai pasar yang berkembang pesat untuk kapal selam dan kapal perang. Perusahaan patungan yang baru akan menangani potensi ini dengan produk yang matang yang dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan tertentu. Perusahaan Proteus memanfaatkan kekuatan kedua mitra, untuk menawarkan sistem pertahanan yang sangat kompetitif dan canggih.

Baca Juga:  Kecelakaan AU India, Jaguar Terbakar dan Mig-21 Bison Jatuh

Karena senjata baru ini baru dapat dikirimkan pada paruh kedua dekade ini, ST Engineering mengatakan pembentukan perusahaan Proteus tidak diharapkan memiliki dampak material pada net tangible assets per share dan earnings per share konsolidasi dari ST Engineering untuk tahun ini. Dengan mengumumkan pendirian perusahaan patungan ini melalui perjanjian komersial antara perusahaan milik pemerintah dan bukan perjanjian Government-to-Government, perubahan itu terlihat kurang dramatis tetapi tentu saja mewakili perubahan strategis dalam kebijakan Singapura, yang sampai sekarang, menjaga hubungan dekatnya dengan Israel.

Sumber : defense-update.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan