Israel Mulai Bangun Pembatas Kaca di Komplek Suci Al-Aqsa

Kantor berita Mehr melaporkan, OKI dalam konferensi pers Rabu (1/3/2017) menyatakan, penempatan pembatas kaca di komplek Al-Aqsa adalah langkah pertama menuju pembagian tempat komplek suci yang menjadi rebutan umat Islam dan Umat Yahudi.

Langkah itu diambil menyusul pembagian waktu ziarah oleh Israel, yang menjadi serbuan peziarah Yahudi ke kompleks Al-Aqsa. Sejak lama pemerintah Israel ingin membagi kompleks Al-Aqsa menjadi dua bagian, Masjid dan Kubah Batu/Dome of Rock. Masjid khusus untuk umat Islam sedangkan Kubah Batu untuk semua umat beragama, Islam, Yahudi dan Kristen.

Kubah batu atau Dome of Rock atau kubbah Sakhrak adalah tempat paling suci di kompleks ini, dalam keimanan Islam di sinilah tempat Nabi Muhammad sembahyang sebelum melanjutkan perjalanan dalam kisah Israk Mikraj. Sedangkan Masjidil Aqsa sendiri baru dibangun pada masa Umar bin Khattab sebagai tempat beribadah umat Islam yang berziarah ke Dome of Rock.

Sedang dalam keimanan Yahudi, Dome of Rock adalah pintu surga saat hari kiamat datang nanti. Dome of Rock juga pusat dari bekas Kuil Sulaiman yang Suci. Umat Yahudi menuduh bahwa Umat Islam sengaja mengarang cerita tentang Israk dan Mikraj demi merebutnya.


Sampai sekarang Umat Yahudi dilarang menginjak komplek Dome of Rock, karena renovasi yang dilakukan oleh Khalifah Al Makmun Dinasti Abbasiyah tidak sesuai dengan batas-batas kesucian Dome of Rock, sehingga umat Yahudi dikhawatirkan menginjak tempat yang suci tanpa bersuci.

Baca Juga:  Raja Qatar Libur Lebaran di Maumere NTT

Lembaga OKI bersikap tegas pada langkah Israel ini. Mereka menuduh Israel terus menangkap orang-orang yang membela masjid serta meneruskan penggalian dibawah masjid yang mengancam pondasi Masjidil Aqsa.


Israel mulai membangun pagar kaca di sekeliling komplek Dome Of Rock sebagai pembatas antara peziarah Islam dan Yahudi.
Dukungan untuk Pemerintah Israel datang dari gerakan Zionis yang ingin mengembalikan fungsi Dome of Rock sebagai tempat mengaji Talmud sebagaimana masa raja Sulaiman. Mereka beralasan, orang Islam hanya memmbutuhkan Al-Aqsa, dengan adanya tembok kaca di sekeliling Dome Of Rock itu akan memudahkan peziarah Muslim dan Yahudi dalam menuju tempat suci masing-masing agama.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan