Israel Rilis Rudal Rafael Spice 1000 Terbaru

Angkatan Udara Israel (IAF) mengumumkan pada tanggal 7 Maret bahwa bom berpemandu Rafael SPICE 1000 telah mencapai initial operational capability (IOC) pada pesawat tempur F-16C/D Barak setelah serangkaian ujicoba.

IAF mengatakan bahwa bom berpemandu tersebut diintegrasikan dalam beberapa bulan terakhir oleh Skuadron Tempur ke-190 dan 110, yang mengoperasikan F-16C/D dari Pangkalan Angkatan Udara Ramat David di Israel utara.

Sebagai bagian dari proses IOC, IAF mendefinisikan prosedur operasional tempur Spice 1000. “Pengujian selesai dengan sukses pada bulan Agustus [2017] dan amunisi tersebut secara resmi diintegrasikan ke dalam kegiatan operasional,” katanya.

Skuadron-skuadron F-16I dan F-15 IAF berikutnya akan menyusul untuk menerima senjata tersebut.


“SPICE” (Smart, Precise Impact, Cost-Effective) adalah kit pemandu EO (Electro-Optics)/GPS buatan Rafael Israel untuk mengkonversi bom tidak berpemandu menjadi bom berpemandu presisi. Spice 1000 merupakan add-on kit untuk bom seberat 450 kg (1000 lb) seperti Mk-83, BLU-110, RAP-1000 dan lainnya.

Bom “Spice” memiliki keunggulan dari kebanyakan bom berpemandu EO (GBU-15 misalnya), karena menggabungkan keunggulan panduan satelit dan panduan elektro-optik. Keunggulan lain dari “Spice” adalah kemampuannya untuk diberi masukan data sebelum penerbangan hingga 100 sasaran yang berbeda yang mungkin harus dihadapi. Salah satu sasaran yang benar-benar akan dihancurkan kemudian dapat dipilih oleh pilot ketika sedang terbang.


“Spice” memiliki jarak melayang yang sangat jauh, sekitar 60 kilometer. Hal ini memungkinkan sebuah pesawat penyerang yang membawanya untuk melepaskan bom pada sasaran tanpa harus masuk jangkauan tembak dari sebagian besar jenis sistem pertahanan udara jarak pendek dan menengah yang mungkin melindunginya. (janes.com, en.wikipedia.org, TSM Angga Saja)

Baca Juga:  Pakistan Terima Helikopter Serbu Mi-35M dari Rusia

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan