Jack Churchill Si Rambo Berpanah Di Perang Dunia Ke-2

Rambo, sosok fiktif prajurit Amerika Serikat dengan senjata andalan anak panah dan pisau belati sejatinya terinspirasi dari kisah nyata Kolonel Jack Churchill.

Letnan Kolonel Jack Churchill dijuluki The Mad Jack atau ‘Jack si Gila’ karena kehebatan dan keberanianya. Jack selama Perang Dunia 2 hanya bersenjatakan pedang dan anak panah.

Padahal pada saat itu, baik blok sekutu maupun blok Jerman telah menggunakan senapan api mesin dan berlomba-lomba dalam memodifikasi senjata.

Jack Churchill lahir di Hong Kong tahun 1906. Ayahnya, Alec ditunjuk sebagai Direktur Pekerjaan Umum di Hong Kong, dan keluarganya mengikutinya ke Asia hingga tahun 1917

Jack Churchill lulus dari Akademi Militer Kerajaan pada tahun 1926.

Beberapa tahun pertama dalam hidupnya dihabiskan untuk menjadi tentara.


Setelah menghabiskan hampir sepuluh tahun, Jack Churchill memilih pensiun dan bekerja sebagai editor surat kabar, model, dan bahkan sempat muncul di film.

Kehidupan sipil nampaknya tak cocok dengan Jack Churchill, dan pada tahun 1940 dia memutuskan untuk mendaftar kembali di Angkatan Darat Inggris sebagai seorang perwira.

Jack Churchill kemudian dikirim ke Perancis dan akan berhadapan dengan pasukan Nazi Jerman.

Namun, Hitler tidak tahu tentang Jack si Gila.

Pertama, dia menolak menyerah dan justru meluncurkan serangan pada Jerman.

Kedua, Jack Churchill bertempur sambil mengendarai sepeda motor kesayangannya lengkap dengan busur dan anak panah, serta pedang Skotlandia sebagai senjata cadangannya.

Baca Juga:  Jenis-jenis hukuman indisipliner dalam legiun Romawi

Namun, Jack Churchill terkena tembakan di leher oleh tentara Jerman, tapi itu tidak menghentikannya.

Bahkan Jack Churchill masih sempat menyelamatkan seorang perwira Inggris yang terluka parah akibat serangan Jerman.

Setelah pertempuran Dunkirk (1940), Jack Churchill ditempatkan di bawah resimen pelatihan Pasukan Khusus Inggris.

Tak hanya berhenti pada pelatihan, Jack Churchill juga mengambil bagian dalam serangan berani terhadap pangkalan Jerman di Vaagso, Norwegia.

Jack Churchill adalah pemimpin dari Komando Nomor 2.

Pernah pada suatu malam, saat pasukan komandonya sibuk mengamankan kota, Jack Churchill bersama satu penjaga berhasil menangkap 42 orang Jerman sebagai tawanan.

Petualangan Jack si Gila tak pernah berhenti, selanjutnya dia bahkan bertugas di Palestina.

Kemudian, Jack Churchill diminta sebagai instruktur di sekolah perang darat yang berbasis di Australia.

1959 adalah tahun ketika Jack Churchill pensiun dan juga menerima dua penghargaan untuk keberaniannya.


Jack Churchill adalah seorang pahlawan eksentrik yang membawa busur dan pedang lebar dengan taktik gila yang seringkali dimenangkannya.

Sumber: tribunnews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan