Jadi KSAU, Ini yang bikin Hadi Tjahjanto Spesial

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1986 dilantik menjadi Kepala Staf TNI AU (Kasau), Rabu (18/1/2017) di Istana Negara. Nama Hadi mulai dikenal publik saat menjadi Komandan Pangkalan Udara Adi Sumarmo, Solo tahun 2010 lalu. Ia memiliki latar belakang karir yang bisa dibilang jauh dari kursi Kasau. Tak ayal, Marsekal Hadi menjadi sosok yang amat spesial.

Lulusan Tahun Genap AAU Tak Pernah Jadi Kasau

Hadi Tjahjanto mematahkan mitos di kalangan TNI AU yang percaya bahwa lulusan AAU tahun genap tidak akan pernah menduduki puncuk pimpinan matra udara. Dalam sejarah TNI AU, setidaknya setelah AAU dibentuk, belum pernah ada Kasau yang berasal dari tahun genap.

Pernah Menjabat Kadispen TNI AU

Jabatan Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) bukanlah jabatan strategis. Padahal, Kadispen merupakan ‘wajah’ TNI AU. Hadi Tjahjanto sendiri pernah menjabat Kadispen TNI AU tahun 2013 hingga 2015 dan menjadi Kadispen pertama yang berhasil duduk di pucuk pimpinan TNI AU.

Komandan Lanud Solo Belum Pernah Jadi Kasau

Hadi Tjahjanto juga mencatatkan rekor sebagai Kasau pertama yang pernah menjabat sebagai Komandan Lanud Adi Sumarmo, Solo. Jabatan ini diemban saat Presiden Joko Widodo menjadi Walikota Solo di tahun 2010 hingga 2011 sebelum ditugaskan di Badan SAR Nasional (Basarnas).

Pernah ‘Keluar’ dari TNI

Baca Juga:  Kodim 0810 Nganjuk Rehab Rumah 2 Veteran Pejuang Kemerdekaan

Hadi Tjahjanto pernah ditugaskan di luar struktur TNI AU dan juga TNI. Selepas menjadi Danlanud Adi Sumarmo, Solo Hadi ditugaskan menjadi Direktur Operasi dan Latihan Basarnas. Selain itu, setelah menjabat sebagai Danlanud Abdulrahman Saleh, Malang dan Kadispen TNI AU, Hadi kembali ‘keluar’ TNI dan menjadi Sekretaris Militer Presiden. Dengan catatan itu, Hadi mencatatkan namanya sebagai satu dari sangat sedikit Kasau yang pernah bertugas di luar lingkungan TNI.

Pernah Terbang di PC-6 Pilatus

Hadi Tjahjanto memulai karir menjadi penerbang pesawat angkut Casa 212 Skadron Udara 4, Lanud Abdulrahman Saleh, Malang. Tak lama setelah itu ia pindah menjadi penerbang PC-6 Pilatus di Satuan Udara Pertanian (Satudtani).

sumber : angkasa.co.id

1 Komentar

Tinggalkan Balasan