Jakarta Akan Dilindungi Rudal NASSAM Senilai 1 Trilyun Rupiah

Untuk memperkuat pertahanan udara serta memberi rasa aman dan nyaman masyarakat dari segala anacaman udara yang mungkin terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), TNI AU akan mengaktifkan kembali Satuan Rudal Teluk Naga.

Staff Ahli Kepala Satuan Udara Kerja Sama (Kasaukersa) TNI AU Kolonel (Tex) Darsiswoko, di Pos TNI AU Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, mengatakan pembangunan pengamanan (PAM) Ibukota ini untuk membuat pertahanan di Indonesia menuju masa depan.

“PAM ini kita bangun bukan karena mau menghadapi pemilu, tapi ini untuk selamanya sampai masa yang akan datang, kita sedang mencari titik gelar untuk pemasangan peluru kendali di sekitar Pos TNI AU Teluknaga,” ucapnya.

Kolonel Darsiswoko juga menyebut langkah-langkah sebelum pembangunan dimulai terlebih dahulu ia akan mempersiapkan pematangan lahan untuk titik-titik yang akan dibangun.

“Hari ini kita sedang mencari tempat-tempat yang akan dibangun radar ataupun rudalnya, serta untuk menentukan mess serta gudang untuk menaruh barang-barang,” terangnya.


Untuk kemanan penduduk dari dampak rudal pembangunan nantinya akan menggunakan luas area sekitar 160 meter dari hunian penduduk.

“Sebetulnya yang namanya peluru ga pasti, kita lihat karakter peluru tersebut. Kalau kita lihat jarak jatuhnya itu sekitar 160 meter, maka dari itu kita butuh bantuan Pemda untuk mengevakuasi warga terdekat,” lugasnya.

Sementara itu, Komandan Pos (Danpos) TNI AU Satrudal Teluknaga, Lettu (Tex) Supriyanto meminta kerjasamanya dari para instansi pemerintahan serta masyarakat agar pembangunan berjalan lancar.

Baca Juga:  TNI AL Menutup Resmi Latihan Armada Jaya 2016

“Semoga aparatur pemerintah dan warga sekitar bisa memahami dan mengerti dengan pelaksanaan pembangunan yang sedang kami kerjakan, dari awal hingga selesai,” harapnya.

Project Manager Nasam Indonesia, Janet Dyah Ekawati menjelaskan, pengadaan untuk pengamanan Ibukota memakai rudal jarak menengah National Advanced Surface-to-Air Missile System (NASAMS), karena menurutnya ini sistem yang sama, yang melindungi washington DC Amerika Serikat.

“Saya kira pembangunan ini amat penting, bukan hanya mengamankan ibukota, tapi ini juga sangat penting untuk pertahanan ke depan, kita juga akan memetakan betul-betul posisi masyarakat. Kita akan bekerjasama dengan pihak TNI AU, Muspida dan masyarakat agar pelaksanaan ini berjalan lancar,” pungkasnya, dikutip dari portal Suara Nusantara.

NASAMS, adalah sistem rudal permukaan-ke-udara jarak menengah, untuk melindungi wilayah udara dari ancaman yang mungkin. Dengan berbekal sistem yang canggih serta di klaim mampu mengalahkan ancaman rudal jelajah yang ada saat ini serta berbagai macam ancaman udara lainnya.

NASAMS dapat menembak target pada ketinggian maksimum 15 kilometer (50.000 kaki) dan jangkauan maksimum 33 kilometer. NASAMS II, versi terbaru dari NASAMS, menggunakan radar baru dan 12 peluncur rudal untuk identifikasi dan penghancuran target yang lebih cepat.


Sistem yang ditingkatkan telah beroperasi sejak tahun 2007. Baterai NASAMS 2 lengkap terdiri dari 12 peluncur rudal (LCHR) (masing-masing membawa enam rudal AIM-120 AMRAAM), delapan radar (AN / MPQ-64 Sentinel F1 Peningkatan Sentinel X band 3D radar), satu pusat kendali, satu kendaraan kamera elektro-optik (MSP500) dan satu Kendaraan Kontrol Taktis.

Baca Juga:  Saling Memahami Melalui Kerjasama Militer

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan