Jenderal Gatot Nurmantyo Sudah Peringatkan Potensi Serangan Corona Sejak Tahun 2017

Prediksi Panglima TNI tahun 2015-2017 Jenderal Gatot Nurmantyo soal adanya ancaman serangan senjata biologis dalam bentuk wabah penyakit menular terbukti benar sekarang.

Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo memaparkan ancaman itu dalam acara pembukaan Konferensi Internasional dan Table Top Exercise untuk Global Health Security 2017 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/10/2017).

“Kita patut mewaspadai adanya ancaman senjata biologis massal yang diciptakan untuk melumpuhkan negara lain dan berpotensi menciptakan epidemi penyakit menular,” kata Gatot.

Dia menjelaskan, kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi mengakibatkan percepatan perpindahan barang jasa dan manusia.

Posisi geografis Indonesia tepat berada di persimpangan lalu lintas dunia menyebabkan ancaman wabah penyakit dan infeksi sangat tinggi.

“Ancaman penyakit dari suatu negara bisa menjadi ancaman global dalam hitungan menit. Masih segar dalam ingatan kita kejadian kasus MERS dan flu burung yang menjadi ancaman global beberapa saat yang lalu,” ucap Gatot kala itu.

Asal muasal virus Corona (Covid-19) sampai sekarang masih tanda tanya. China sendiri meyakini virus itu dibawa oleh tentara Amerika Serikat ke Wuhan saat acara Military World Games 2019. Meski awalnya banyak pihak berpendapat bahwa virus berasal dari daging ular dan kelelawar.

Saat ini penyebaran Corona telah melumpuhkan ekonomi banyak negara termasuk Indonesia. Saat ini, yang terlihat nyata dampaknya adalah sektor ekonomi.

Tapi jika virus ini terus menyebar tak tertangani bisa menimbulkan konflik sosial, kriminalitas meningkat dan kerusuhan massal. Telah terjadi di beberapa negara Afrika seperti Kenya.

Baca Juga:  Peringati Pertempuran Laut Aru, Koarmaritim Tabur Bunga

Virus Corona ini bisa menjadi model dan contoh. Bahwa sebuah negara bisa dengan mudah dilumpuhkan tanpa senjata, tapi dengan serangan virus penyakit menular. Inilah contoh perang biologi.

Indonesia harus siap!.

3 Komentar

Tinggalkan Balasan