Jenderal Serbia Pembantai Muslim Bosnia Mati Bunuh Diri di Ruang Sidang PBB

Lagi-lagi pejabat Serbia yang menjadi penjahat perang di Bosnia melakukan aksi bunuh diri. Kali ini yang melakukanya adalah Slobodan Praljak, salah satu mantan jenderal Serbia yang didakwa melakukan kejahatan perang di Bosnia dan statusnya saat ini adalah seorang tahanan perang PBB. Dia memilih bunuh di ruang sidang sesaat setelah divonis bersalah oleh majelis hakim dan mati seketikadi ruang sidang.

Dalam aksinya yang terekam video, sesaat setelah mendengarkan vonis  ia memproklamirkan dirinya bukan penjahat perang dan ia menolak putusan pengadilan. Kemudian ia meminum cairan mematikan dari sebuah botol. Ia melakukannya setelah mengetahui gagal naik banding dan harus menerima vonis hukumannya.

dilansir oleh situs militer funker530.com, Jumat (1/12/2017), Beberapa detik setelah mendengar vonisnya, Slobodan Praljak tersebut menyatakan, “Slobodan Praljak bukan penjahat perang, saya menolak keputusan pengadilan!”

Dia kemudian minum racun dari botol kaca kecil itu dan berkata, “Saya telah meminum racun.” Hakim ketua Carmel Agius yang semula tampak kebingungan kemudian menangguhkan persidangan dan sebuah ambulans dipanggil. Praljak, tak lama kemudian langsung limbung dan terjatuh, ia segera dilarikan ke rumah sakit. Dan tewas dalam perjalanan.

 

Pengadilan yang dibentuk PBB untuk menggeret para penjahat perang Bosnia mengumumkan, ruang sidang dianggap tempat kejadian perkara.


Kepolisian Belanda lantas langsung bergerak menyelidiki kematian mantan Jenderal Tentara Kroasia tersebut. Slobodan Praljak (72) meminum racun usai pembacaan vonis oleh hakim dalam Pengadilan Pidana Internasional untuk bekas Yugoslavia (ITCY) di Den Haag, Belanda.

Baca Juga:  Pameran Pesawat Tempur Korea Utara

Jaksa Belanda, dalam sebuah pernyataan singkatnya menuturkan, penyelidikan akan fokus pada tindakan “bunuh diri dan pelanggaran terhadap Undang-undang Obat-obatan”.

Polisi juga akan menyelidiki bagaimana Slobodan Praljak bisa mendapatkan cairan mematikan yang diminumnya, termasuk apa jenis cairan tersebut, serta siapakah yang menyelundupkan racun itu kepadanya—padahal pengadilan tersebut dilengkapi dengan pengamanan ketat, demikian mengutip laman The Guardian.

Peristiwa bunuh diri Praljak bukanlah yang pertama terjadi selama persidangan di Den Haag. Slavko Dokmanovic, yang diduga melakukan kejahatan perang, juga tercatat dalam sejarah telah menggantung diri di selnya pada 1998.

Sementara itu, di tahun 2006, pemimpin perang Serbia, Milan Babic juga bunuh diri di selnya.

Juru Bicara ICTY, Nenad Golcevski mengungkapkan bahwa Praljak “langsung jatuh sakit” usai minum racun dan meninggal di rumah sakit. Ia menambahkan, pihaknya tidak dapat mengonfirmasi apa jenis cairan yang diminum Praljak.

“Penyelidikan independen sedang berlangsung yang telah diprakarsai oleh pemerintah Belanda atas permintaan ICTY. Kami akan bekerja sama sepenuhnya,” demikian ujar Nenad Golcevski.


Seorang jaksa penuntut Belanda, Marilyn Fikenscher, membenarkan bahwa botol yang diminum Praljak memiliki racun mematikan di dalamnya.

“Ada tes awal yang sudah dilakukan untuk memeriksa kandungan apa yang terdapat dalam wadah tersebut, dan yang bisa saya katakan untuk saat ini adalah memang ada zat kimia dalam wadah itu yang dapat menyebabkan kematian,” beber Fikenscher.

Baca Juga:  Kapal Selam Argentina Hilang Kontak, 44 Awak Tak Diketahui Nasibnya
Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan