Jepang Batalkan Rencana Pengembangan Pesawat Tempur Dalam Negeri

Kantor berita Asahi Shimbun melaporkan bahwa Jepang membatalkan rencana untuk mengembangkan pesawat tempur baru rancangan dalam negeri. Surat kabar tersebut mengutip pejabat Kementerian Pertahanan Jepang yang mengatakan bahwa Tokyo telah membatalkan karena biaya yang besar dan hambatan teknis untuk membangun sebuah pesawat tempur dalam negeri.

Asahi mengatakan bahwa para perencana pertahanan Jepang telah mengerjakan tiga opsi yang mungkin untuk pesawat tempur Jepang F-2 yang ada yang akan pensiun sekitar tahun 2030. Opsi yang dilaporkan adalah, sepenuhnya mengembangkan jet tempur next generation di dalam negeri, mengembangkannya bersama-sama dengan negara lain, atau memperpanjang umur operasional F-2 melalui modifikasi teknologi.

Mitsubishi F-2 adalah pesawat tempur multirole yang berasal dari General Dynamics F-16 Fighting Falcon, yang diproduksi oleh Mitsubishi Heavy Industries dan Lockheed Martin untuk Angkatan Udara Bela Diri Jepang.

Pemerintah Jepang berada di bawah tekanan untuk mengganti F-2 dengan pesawat yang lebih baik karena kemampuan Tiongkok dan Rusia yang berkembang di kawasan sekitar Jepang.

Namun berbagai kementerian, termasuk Kementerian Keuangan Jepang, telah mempertimbangkan implikasi biaya proyek tersebut, menurut Asahi. Mengembangkan avionik canggih, sebuah isu teknologi yang telah menyebabkan masalah bagi kontraktor pertahanan Jepang di masa lalu, tampaknya juga telah menjadi penyebab dibatalkannya proyek tersebut.

Karena itu, Asahi mengutip narasumber yang mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan Jepang tidak akan mencari pendanaan untuk pembangunan jet tempur next generation domestik saat permohonannya diajukan pada musim panas ini untuk anggaran fiskal 2019.

Baca Juga:  India Gagal Dapatkan Transfer Teknologi Suku Cadang Sukhoi

Tokyo juga diperkirakan akan berbicara dengan Washington pada awal minggu ini mengenai kemungkinan pengembangan bersama jet tempur next generation, menurut Asahi.

Sumber : atimes.com/TSM Angga

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan