Jepang Pensiunkan Pesawat F-4 The Phantastic Phantom

Enam pesawat RF-4E/J Phanthom II Phantom terbang untuk terakhir kalinya pada 9 Maret 2020, seluruh armada Phantom milik AU Jepang akan pensiun pada akhir tahun ini. Sebagai penggantinya, Tokyo sedang mengejar pengembangan jet tempur baru yang akan dirancang dengan bantuan dari AS.

Saat ini Angkatan Bela Diri Jepang (JASDF) memiliki sekitar 96 Mitsubishi F-4E/J Kai dan 14 Mitsubishi RF-4E/J, sementara ini Jepang sedang mengejar pengembangan pesawat tempur generasi 6 yang dirancang dengan bantuan Amerika Serikat.

Perusahaan McDonnell Douglas mengembangkan F-4 Phantom II, jet tempur multi-peran, pada akhir 1950-an. Dengan dimensinya yang besar, bermesin ganda dengan dua kursi dirancang untuk menangani misi udara-ke-udara dan udara-ke-darat. Phantom dipakai oleh Angkatan Udara AS, Angkatan Laut AS, Korps Marinir AS, dan angkatan udara sebelas negara lain, termasuk Jepang.

Phantom juga disebut sebagai nenek moyang F-35 Joint Strike Fighter. Pesawat itu perlahan mulai menghilang dari layanan di seluruh dunia, dengan hanya tiga negara yang masih menerbangkan “The Phantastic Phantom”: Jepang, Korea Selatan, dan Turki.

Pada akhir tahun seluruh armada pesawat F-4 akan dipensiunkan setelah Jepang telah membeli 150 unit pesawat tempur generasi 5 F-35A/B, selain itu Jepang juga akan mengganti 98 unit Mitsubishi F-2 dengan pesawat tempur generasi 6 yaitu F-3 yang akan beroprasi pada 2030an mendatang. Sebelumnya Lockheed Martin menawarkan versi terbaru dari American F-22 Raptor yang juga menggabungkan teknologi F-35, namun usulan ini di tolak Jepang yang memilih mengembangkan mandiri F-3.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan