Jepang Tetap Lanjutkan Memproduksi Sendiri F-35

Kementerian Pertahanan Jepang telah mengkonfirmasi rencana untuk melanjutkan produksi secara lokal pesawat Lockheed Martin F-35 Lightning II Joint Strike Fighter.

Langkah ini membalikkan keputusan pada akhir 2018 untuk menghentikan produksi lokal di fasilitas final assembly and checkout (FACO) Jepang di Nagoya dan berfokus pada maintenance, repair, overhaul and upgrade (MRO&U) lokal F-35. Langkah itu sebelumnya dipicu oleh mahalnya biaya pembuatan F-35 di fasilitas tersebut.

Namun, seorang juru bicara dari Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa keputusan baru untuk terus membangun pesawat di fasilitas FACO Jepang dipengaruhi oleh penurunan biaya produksi F-35 secara lokal. Memproduksi pesawat secara lokal, kata juru bicara itu, sekarang lebih murah daripada mengimpor F-35 dari Amerika Serikat.

Juru bicara itu berbicara hampir tiga minggu setelah pemerintah Amerika Serikat menyetujui potensi kesepakatan senilai USD23 miliar untuk menjual kepada Jepang 105 F-35 tambahan.

Dengan Foreign Military Sale ini berarti Jepang akan mengoperasikan total 147 pesawat F-35, menjadikannya operator pesawat F-35 terbesar kedua di dunia.

Pesawat ini akan terdiri dari 105 pesawat F-35A conventional take-off and landing (CTOL) dan 42 unit F-35B short take-off and vertical landing (STOVL).

Juru bicara itu mengatakan, “Untuk akuisisi F-35A pada tahun fiskal 2019 dan 2020 … Kementerian Pertahanan Jepang telah memutuskan untuk menggunakan fasilitas manufaktur dalam negeri di FACO … Dipastikan bahwa biaya unit pesawat yang diproduksi di [fasilitas] FACO dalam negeri Jepang akan lebih murah, dibandingkan dengan biaya satuan pesawat F-35 yang diimpor. ”

Baca Juga:  China Resmi Gunakan JL10 Pesawat Latih Terbang Supersonic

Sumber : janes.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan