Jerman Bubarkan Unit Pasukan Elite KSK Karena Banyak Anggota Yang Terpapar Paham Neo NAZI

Secara mengejutkan, Kementerian Pertahanan Jerman pada hari Kamis (30/7) mengumumkan pembubaran satu unit komando pasukan khusus militer, KSK (Kommando Spezialkräfte). Karena diindikasikan banyak anggotanya yang terpapar paham ideologi fasisme ras kulit putih “Neo NAZI”.

Rencana pembubaran Kompi Dua komando pasukan elit KSK sudah diumumkan bulan lalu oleh Menteri Pertahanan Annegret Kramp-Karrenbauer. Langkah ini adalah bagian dari langkah-langkah untuk memerangi ekstremisme kaum Neo Nazi di dalam angkatan bersenjata Jerman, Bundeswehr.

KSK dibentuk sebagai komando pasukan khusus Bundeswehr pada tahun 1996. Satuan ini khusus bertugas untuk misi penyelamatan sandera dan operasi anti-terorisme. Satuan KSK antara lain dikerahkan dalam operasi-operasi rahasia di Afghanistan, Kosovo dan di Timur Tengah.

Kompi Dua KSK memang sudah beberapa kali jadi sorotan dalam kaitan dengan Neonazi. Antara lain tahun 2017 ketika para serdadu berpesta dan bermain-main dengan kepala babi sambil mendengarkan musik dari kelompok ekstrem kanan. Mereka juga melakukan penghormatan gaya Nazi dengan tangan kanan yang dijulurkan ke depan, yang dilarang di Jerman.

Pada Mei 2020, polisi menggerebek rumah seorang anggota pasukan Kompi Dua KSK dan menemukan sejumlah bahan peledak serta amunisi yang tersimpan di bawah tanah.

Kompi Dua KSK memiliki anggota sekitar 300 tentara dan banyak staf ahli lain. Sebagian anggotanya sekarang akan dipindahkan ke unit lain dan sisa prajurit yang lain diberikan waktu sampai 31 Oktober untuk membuktikan bahwa mereka layak menjadi anggota KSK, kata kementerian pertahanan.

Baca Juga:  Kronologi Jam "J" Penyerbuan oleh Pasukan TNI Pada Pemukiman Kimberly dan Utikini

Menteri Pertahanan Annegret Kramp-Karrenbauer memperingatkan, jika masalah ini terus berlanjut tidak tertutup kemungkinan bahwa seluruh satuan KSK dengan 1400 serdadu akan dibubarkan.

Neo Nazi adalah faham yang ingin mengembalikan kejayaan ras kulit putih di Eropa. Mereka merasa bahwa Eropa sudah dikuasai para imigran asing dari Afrika dan Asia sehingga keberadaan dan kebudayaan Ras Kulit Putih yang diklaim asli warga Eropa terdesak.

Mereka anti imigran dan pendatang asing. (Sumber : detik.com)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan