Jerman Pesan Korvet K130 Kelas Braunschweig Kembali untuk Perkuat Armada NATO

Jerman sebagai anggota NATO memiliki komitmen terbesar untuk menyumbangkan alutsista dan pasukannya untuk berpatroli di kawasan perairan negara-negara anggotanya, khususnya mengantisipasi gerak Angkatan Laut Rusia yang kian agresif. Untuk memenuhi komitmen sebanyak empat korvet untuk patroli NATO, Bagian Pengadaan Kementerian Pertahanan Jerman (BAAINBw) telah memesan lagi lima unit Korvet K130 atau yang dikenal juga sebagai Kelas Branunschweig.

Korvet yang memiliki kemampuan patroli samudera ini dibuat oleh konsorsium ARGE K130 yang terdiri dari Lurssen Werft, ThyssenKrupp Marine Systems dan German Naval Yards Kiel dengan pengerjaan dibagi-bagi di antara anggota konsorsium. Kelima korvet K130 tersebut diharapkan bisa diserahkan mulai 2022 dan selesai pada tahun 2025. Kontrak mencakup desain, pembuatan, integrasi sistem, dan pelatihan awak yang baru.

Korvet kelas Braunschweig ini didesain dengan fokus peperangan permukaan, patroli, dan pengawasan pesisir. Sosoknya boleh dikata cukup pas untuk ukuran korvet dengan panjang 89 meter, lebar 13,28 meter, dan sarat air 3,4 meter. Bobotnya 1.840 ton yang dihela dengan dua mesin diesel MTU 20V 1163 TB93. Kecepatan puncak mencapai 26 knot dengan kecepatan ekonomis 15 knot dengan jarak patroli 4.000 mil.
Korvet Braunschweig ini dioperasikan oleh 65 awak, 1 orang Komandan tanpa wakil, 10 orang perwira, dan sisanya kelasi. Desain kapal seluruhnya telah mengadopsi konsep stealth dan di bagian belakang dilengkapi dek untuk pendaratan helikopter besar, sekelas Sea King. Korvet ini memiliki hangar, tetapi kecil saja dan hanya muat untuk menyimpan dua unit helikopter nirawak Schiebel S-100 untuk surveilance.

Baca Juga:  TNI bertekad Tak Akan Beli Lagi Senjata Dengan Skema Hibah

Korvet ini sempat mengalami kendala dalam pengembangannya, terutama pada mesin dan persenjataan. Rudal Polyphem yang dikembangkan untuk Braunschwig dibatalkan dan akhirnya diganti dengan RBS-15 sebanyak 4 buah. Senjata utama terdiri dari 1 meriam OTO Melara 76mm dan 2 kanon Mauser BK-27 kaliber 27mm. Untuk perlindungan kapal disiapkan Rolling Airframe Missile (RAM) dalam 2 sistem peluncur. Braunschwig juga bisa menaburkan ranjau anti kapal Mk12 dengan kapasitas 34 ranjau.


Direncanakan lima korvet K130 tambahan ini nantinya akan dilengkapi dengan sistem sensor dan persenjataan yang lebih baru dibandingkan lima kapal pada kelas pesanan pertama (F260-F264). Ini merupakan praktek standar untuk mencegah usangnya peralatan dan mengantisipasi perkembangan teknologi baru sehingga korvet kelas K130 tetap relevan dengan kondisi tantangan terkini.

Sumber : c.uctalks.ucweb.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan