Jerman Serahkan Kapal Perang Korvet Pesanan Israel

Jerman mengirim kapal pertama kapal perang korvet pesanan Israel. Kapal ini akan ditugaskan Israel untuk melindungi tambang gas alam di lepas pantai. Israel siap jadi negara penghasil gas alam terbesar ketiga di dunia setelah Rusia dan Qatar.

Kapal korvet Saar 6 berlabuh di Pelabuhan Haifa Israel pada Rabu (2/12) waktu setempat. Sementara tiga lainnya dijadwalkan tiba dalam dua tahun ke depan.

Seorang perwira tinggi Angkatan Laut mengatakan kepada AFP bahwa armada baru itu meningkatkan kemampuan Israel untuk melawan musuh di kawasan, termasuk Iran.

Meskipun kelas Korvet namun kapal ini persenjataan canggih rasa Destroyer dengan radar terbaru dan sistem senjata elektronik terkini.

Untuk persenjataan kapal ini dilengkapo sistem pertahanan roket dan rudal, rudal anti-pesawat dan anti-kapal, torpedo, dan landasan peluncuran yang ditingkatkan untuk helikopter serang terbaru Israel.

“Di belakang saya adalah salah satu kapal perang paling canggih di dunia, yang merupakan terobosan signifikan dalam kemampuan militer Israel untuk memastikan kekuatan kami di laut dan dalam operasi angkatan laut,” kata Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel Letnan Jenderal Aviv Kohavi.

Kapal ini dipesan sejak tahun 2015 dalam kesepakatan senilai 430 juta euro. Namun sebagai ganti rugi atas pembantaian Yahudi oleh Hitler, pemerintah Jerman menanggung sekitar seperempat biaya.

Kapal-kapal ini aktif patroli di zona ekonomi eksklusif Israel. Tempat di mana Israel menemukan dan menambang gas bumi sebagai sumber energi bagi industri negaranya.

Baca Juga:  India Tak Tertarik Dengan Pesawat Tempur F-35

Lebih dari satu dekade setelah menemukan cadangan yang cukup besar di lepas pantai Mediterania, Israel kini menghasilkan sekitar 60 persen listrik dari gas alam.

Perusahaan listrik nasional Israel mengatakan mereka telah mulai mengekspor gas ke negara tetangga seperti Yordania dan Mesir. Israel juga mengejar proyek dengan Yunani dan Siprus dan berharap dapat membangun pipa gas dari Mediterania Timur ke Eropa.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan