Jerman Stop Penjualan Senjata Ke Arab Saudi Terkait Kasus Pembunuhan

Hanya ada di era modern, saat sebuah kerajaan menghukum mati seorang pengkhianat, negara lain yang berulah.

Arab Saudi sedang dikecam dunia internasional setelah dicurigai membunuh Jamal Kashoggi, jurnalis yang biasanya menulis menghujat keluarga kerajaan.

Jerman tidak boleh menyetujui penjualan senjata ke Arab Saudi. Larangan ini berlaku sampai penyelidikan atas kasus kematian jurnalis Jamal Khashoggi tuntas.

Pengumuman itu disampaikan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu waktu Berlin.

Pernyataan Menlu Maas membalikkan keputusan Berlin sebelumnya yang setuju menjual sistem artileri ke Riyadh.


Sikap Berlin ini muncul setelah Mass dan Kanselir Angela Merkel menolak penjelasan Arab Saudi yang tidak memuaskan atas kasus kematian jurnalis pengkritik kerajaan itu di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018.

Dalam sebuah wawancara untuk program televisi Tagestemen, Maas mengatakan bahwa dia yakin tidak ada senjata yang harus dijual ke Kerajaan Saudi sampai penjelasan perihal kematian Khashoggi benar-benar bersih.

“Selama penyelidikan sedang berlangsung, selama kita tidak tahu apa yang terjadi di sana, tidak ada alasan untuk mengambil keputusan positif tentang ekspor senjata ke Arab Saudi,” katanya, yang dilansir Reuters, Minggu (21/10/2018).

Padahal pada bulan lalu, pemerintah Jerman mengesahkan izin penjualan senjata sebagai bagian dari upaya untuk menormalkan hubungan Berlin dengan Riyadh. Izin itu memicu kontroversi karena bertentangan dengan janji sebelumnya untuk tidak menjual senjata ke negara-negara yang terlibat dalam perang Yaman.

Baca Juga:  Sukhoi Su-27 AU Ukraina Jatuh saat Latihan Perang dengan NATO

Jerman menjadi salah satu negara Eropa yang mengkritik keras pengakuan Riyadh bahwa Khashoggi telah meninggal di konsulat. Merkel dan Maas sebelumnya mengutuk pembunuhan itu dan menuntut Riyadh untuk memperjelas apa yang telah terjadi.

“Kami mengutuk tindakan ini dalam istilah yang paling kuat,” bunyi pernyataan bersama Merkel dan Maas. Mereka menuntut transparansi dari Riyadh. “Informasi yang tersedia tentang peristiwa di konsulat Istanbul tidak memadai,” lanjut pernyataan mereka.

Mereka mengungkapkan simpati yang mendalam kepada teman-teman dan keluarga Khashoggi. Selain itu, Merkel dan Maas menuntut tanggung jawab atas mereka yang terlibaat dalam pembunuhan jurnalis tersebut.


Sumber: sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan