Jet Murah Scorpion Selesaikan Tes Uji Senjata Pertamanya

Textron Airland, pada tanggal 19 Oktober lalu mengumumkan bahwa jet Scorpion telah berhasil menyelesaikan latihan senjata pertamanya di White Sands Missile Range, beroperasi dari Holloman Air Force Base (HAFB) di New Mexico. Latihan ini secara efektif menunjukkan kemampuan misi dukungan udara jarak dekat (close air support) Scorpion melalui penggunaan tiga sistem senjata yang banyak digunakan.

Desain sistem senjata, integrasi dan koordinasi penerbangan uji untuk ketiga jenis senjata tersebut dicapai dalam rentang waktu kurang dari tiga bulan. Program uji coba senjata dilakukan pada tanggal 10-14 Oktober berkoordinasi dengan Naval Sea Systems Command (NAVSEA) dan 586th Flight Test Squadron dari HAFB. Semua jenis senjata yang digunakan menunjukkan performa yang sempurna, termasuk diantaranya roket 2,75 inci tanpa pemandu Hydra-70, BAE Systems Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS) dan rudal AGM-114F Hellfire. 

Senjata-senjata dipandu menuju sasarannya pertama dengan menggunakan sistem laser designator di darat dan kemudian menggunakan laser pada sensor suite L-3 WESCAM MX-15Di pada pesawat Scorpion.



“Keberhasilan latihan kemampuan senjata pertama ini adalah tonggak penting untuk program Scorpion karena kami terus menunjukkan fleksibilitas misi dan kemampuan multi-perannya,” kata Tom Hammoor, wakil presiden senior Pertahanan di Textron Aviation. “Kami sangat senang dengan hasil latihan ini, berkat kolaborasi antara tim Scorpion kami, NAVSEA dan Holloman Air Force Base.”

Baca Juga:  Harga Lemari ES Pesawat Aor Force One Mencapai 319 Milyar

Prototipe pertama Scorpion akan terus menjalani program uji terbang yang berat, sementara penerbangan pertama dari pesawat produksi pertama Scorpion diharapkan segera dilaksanakan kemudian.

Scorpion adalah pesawat kursi ganda dengan penggerak mesin turbofan berharga ‘murah’ senilai 20 juta dolar AS. Ini adalah pesawat tempur blok barat yang paling murah. Selama ini yang paling murah buatan KAI T/A-50 memiliki banderol 25 juta dolar.

Yang jadi masalah, meski murah meriah, tapi jet ini belum laku satu pun. Konsumen jet tempur murah secara tradisional adalah negara-negara Afrika, yang lebih akrab dengan China dan blok timur yang punya Yak-130 punya banderol hanya 15 juta dolar, Hongdu L-15 dari China lebih murah lagi, 14 juta dolar.
(sumber:scorpionjet.com)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan