Jika Pecah Perang China dan India, Kapal Selam China Bisa Melintasi Indonesia

Salah satu topik militer di kawasan yang hangat menjadi pembicaraan adalah ekspansi Pasukan Pembebasan Rakyat China (PLAN). PLAN diketahui sedang memperluas sayapnya (atau siripnya?) ke berbagai perairan dengan tujuan akhir memiliki kapabilitas global. Terkait dengan hal itu, Samudra Hindia dapat menjadi area operasi potensial kapal selam PLAN.

Selain banyaknya keberadaan SLOC (sea lines of communcation) di Samudra Hindia yang vital, panasnya situasi antara India dan China membuat operasi PLAN di perairan tersebut menjadi hal yang besar kemungkinan menjadi nyata. Hanya saja fokus pembahasan terhadap ekspansi laut China masih banyak berada di Laut China Selatan, bukan Samudra Hindia.

Penulis aerospace/defense H I Sutton membawa sebuah bahan pemikiran baru terkait keberadaan China di Samudra Hindia. Bagaimana apabila China dapat mengirimkan kapal-kapal selam mereka untuk keluar (breakout) dari Laut China Selatan ke Samudra Hindia lewat Indonesia?

Dalam masa damai, kapal selam China dapat bergerak ke Samudra Hindia lewat Selat Malaka, memanfaatkan ALKI I. Tentunya dengan mematuhi syarat perlintasan seperti timbul ke permukaan, sehingga kehadirannya diketahui. China dapat melakukan hal ini dengan maksud mengirimkan pesan, namun perlintasan di permukaan memiliki kebergunaan operasional yang terbatas karena kapal selam dibuat untuk bersembunyi di bawah permukaan.

Jika pecah perang dengan India, kapal selam China dapat beroperasi dengan senyap di perairan Indonesia, dan melakukan breakout ke Samudra Hindia lewat Selat Sunda maupun Selat Lombok. Salah satu keuntungan dari pemanfaatan rute Selat Lombok ketimbang Selat Malaka adalah kapal selam China dapat bergerak ke bagian timur Samudra Hindia. Dari sana mereka dapat mengambil rute dengan prediktabilitas yang berkurang menuju sasarannya.

Baca Juga:  Dalam 15 Tahun, 264 Pesawat AU India Jatuh, Paling Banyak Buatan Rusia

Rute melalui Selat Sunda juga bisa dimanfaatkan, namun bagian timurnya dangkal sehingga Selat Lombok dapat menjadi pilihan yang lebih baik. Setelah melakukan breakout dan mencapai Samudra Hindia, kapal selam China dapat mengisi ulang bahan bakar dan persediaan di pangkalan mereka yang terletak di Djibouti maupun (calon) pangkalan di Gewadar. Tidak terbatas pada pangkalan, kapal selam China juga dapat menjalankan replenishment-at-sea dengan kapal supply yang dikirim dari pangkalan tersebut.

AL India nampak sedang beradaptasi untuk menghadapi ancaman China di Samudra Hindia. Selain P-8I yang didatangkan dari US, kapal selam India juga mulai ditempatkan di Kepulauan Andaman dan Nikobar. Hal ini menjadi PR bukan hanya India, namun juga Indonesia. Pertanyaannya adalah bagaimana Indonesia dapat merespon kemungkinan adanya perlintasan gelap di ALKI kedepannya.

Sumber: Hex/Lighting Ii Chan

https://www.forbes.com/sites/hisutton/2020/06/26/chinese-navy-submarines-could-become-a-reality-in-indian-ocean/#5db31f2354a6

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan