Jokowi Minta Izin DPR Jual Dua Kapal Perang Usang

Presiden Joko Widodo dilaporkan telah mengirim surat permohonan kepada DPR RI untuk menjual dua Kapal Perang TNI AL, yaitu KRI Teluk Mandar 514 dan KRI Teluk Penyu 513 dari Presiden Jokowi. Surat permohonan itu dibacakan dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan III DPR, tahun 2021-2022 pada Selasa (11/1/2022).

Menurut Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, surat-surat tersebut akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan Peraturan DPR Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Tertib (Tatib) DPR. “Surat-surat tersebut akan kita tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan Peraturan DPR RI Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Tertib dan mekanisme yang berlaku,” katanya.

Terkait surat ini, Anggota Komisi I DPR Mayjen TNI (Purn) Tubagus Hasanuddin menjelaskan, inti dari surat tersebut, Menteri Pertahanan (Menhan) melalui Presiden meminta perubahan status dua KRI itu karena sudah tidak digunakan sebagai kapal tempur atau kapal perang.

KRI Teluk Mandar (514) adalah kapal perang TNI AL jenis Landing Ship Tank kelas Teluk Semangka, yang merupakan jenis kapal pendarat kelas Tacoma. KRI Teluk Mandar ini dibangun oleh perusahaan Korea-Tacoma SY, Masan, Korea Selatan pada tahun 1981.

Sedangkan KRI Teluk Penyu (513) juga tipe kapal pendarat tank LST (Landing Ship Tank). Kapal yang memiliki nomor lambung 513 milik TNI AL Republik Indonesia dibeli bersama dengan lima kapal perang lainnya, seperti KRI Teluk Semangka (512), KRI Teluk Mandar (514), KRI Teluk Sampit (515), KRI Teluk Banten (516), dan KRI Teluk Ende (517).

Baca Juga:  Rusia Akan Memulai Produksi Tank Armata T-14 dan Panser T-15 IF

Fungsi kedua kapal sudah digantikan oleh kapal perang baru yaitu KRI Teluk Weda 526 dan KRI Teluk Wondama 527 jenis Landing Ship Tank (LST) buatan PT Bandar Abadi di Batam, dan telah resmi diserahkan pada TNI AL pada 26 Oktober 2021.

1 Trackback / Pingback

  1. Jokowi Minta Izin DPR Jual Dua Kapal Perang Usang - Portal Berita Militer Indonesia

Tinggalkan Balasan