Jumlah F-35A Milik AU Amerika Telah Mencapai 196 Unit

Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) pekan ini telah menerima pesawat F-35A Lightning II pesanan unit ke-196 dari Lockheed Martin. Dengan penambahan tersebut, maka kawanan F-35A telah melebihi jumlah F-22 Raptor di jajaran AU AS.

Untuk diketahui, USAF saat ini mengoperasikan sebanyak 195 F-22. Terdiri dari 187 unit pesawat operasional dan delapan unit pesawat uji. Seluruh F-22 diterima USAF pada periode 1996 – 2011.

Mengutip pemberitaan Air Force Magazine (24/5), F-35 ke-196 akan ditempatkan di Hill Air Force Base, Utah. Yaitu di skadron operasional pertama F-35. F-35A dikirimkan pertama kali ke AU AS pada 2006.

Hingga saat ini, Lockheed Martin telah membuat 395 F-35 terdiri dari tiga varian yaitu F-35A, F-35B, dan F-35C. Masing-masing untuk AU AS, Korps Marinir AS, dan Angkatan Laut AS. Ketiga varian juga diekspor ke sejumlah negara sesuai pesanan.

AU AS sendiri merencanakan akan mengoperasikan 1.763 F-35A guna menggantikan peran F-117A, F-16, dan A-10. Sedangkan secara keseluhan, Angkatan Bersenjata AS (USAF, USMC, US Navy) mencanangkan untuk mengakuisisi lebih 2.600 unit F-35 melalui Departmen Pertahanan AS.


Sebanyak 790 pilot F-35 di Militer AS telah mendapatkan pelatihan untuk menerbangkan jet siluman ini. Sementara untuk akumulasi penggunaan, F-35 telah membukukan sebanyak 195.000 jam terbang yang tersebar di 17 pangkalan.

Baca Juga:  Cacat Produksi Helikopter Apache AH-64E Makin Parah

Ditambahkan, di tahun 2020 USAF mengajukan penambahan 48 F-35A. Besar kemungkinan, Kongres AS akan menambahkan 12 unit dari jumlah yang diajukan.

F-35 merupakan jet tempur kursi tunggal generasi kelima yang juga ditenagai satu mesin. Sejak awal, pesawat ini didesain dapat melaksanakan tugas multiperan, yaitu untuk menjalankan misi pertempuran udara maupun penyerangan terhadap sasaran di permukaan.

F-35A pertama dinyatakan siap operasional penuh pada 2016. Total 2.663 F-35 akan dioperasikan oleh gabungan USAF, USMC, dan US Navy dengan jadwal pengiriman hingga tahun 2037. Pesawat ini dicanangkan akan beroperasi hingga tahun 2070.


Sumber: airspacereview.com, TsM Roni Sontani

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan