Kacau Balau Sistem Radar Tebaru Amerika

Sistem GMD (Ground-Based Midcourse Defense) US yang mempertahankan mainland mereka menggunakan GBI (Ground Based Interceptor) menghadapi beberapa kendala, salah satunya adalah masalah penargetan.

US mengoperasikan jaringan radar early-warning over-the-horizon (OTH) jarak jauh seperti SSPARS yang termasuk sistem PAVE PAWS dan menggantikan BMEWS. Sebagai tambahan, US juga memiliki radar COBRA DANE di Kepulauan Aleutian (Alaska) yang diposisikan jauh dari pesisir CONUS dan diarahkan di atas Siberia untuk mendeteksi peluncuran oleh China/Rusia di dekat atau dari atas Kutub Utara. Radar ini awalnya dibuat untuk mengawasi ujicoba misil Soviet, dan telah di-upgrade sebanyak beberapa kali sejak itu. COBRA DANE termasuk signifikan karena sistem ini adalah radar fire-control dan tracking bagi Ground-Based Midcourse Intercept System (sebelum dinamakan GBI).

Namun, meski COBRA DANE dapat menyediakan data radar dengan resolusi yang lebih tinggi dari PAVE PAWS di California, COBRA DANE memiliki daerah deteksi yang sempit, hanya 22 derajat dari boresight-nya. Terlebih lagi, COBRA DANE adalah sebuah fixed site, sebuah bangunan yang sama sekali tidak bisa bergerak. (https://mostlymissiledefense.com/2013/02/25/sequestration-and-u-s-missile-defensespace-surveillance-radars-february-25-2013/)

Ini artinya, kemampuan US untuk memakai sistem GBI hampir seluruhnya tergantung pada Sea-Based X-Band Radar (SBX), yaitu sebuah radar raksasa dengan radome besar yang dipasang di atas sebuah semi-submersible oil platform twin-hull. Radar X-Band ini memang mobile, bisa melakukan re-orientasi, dan mempunyai resolusi yang cukup untuk mendeteksi warhead lawan, serta mendiskriminasi antara RV dan decoy. Itulah mengapa sistem ini seharusnya diletakkan di Adak Island (Alaska)

Baca Juga:  Taiwan Uji Terbang Drone Penyusup Radar

Tetapi kenyataannya, SBX hampir belum pernah ditaruh disana. SBX menghabiskan kebanyakan waktunya di Pearl Harbor dalam cuaca yang lebih bersahabat, dimana sistem ini lebih sering menjalani perawatan. Desain ship-based dari sistem ini memang bukan sesuatu yang mudah diurus secara teknis, ditambah biayanya yang tidak murah juga per unit ($900 juta).

Pembuatan satu unit lagi hampir tidak mungkin tanpa investasi besar-besaran ke bidang ABM oleh Kongres, dan prosesnya juga akan memakan waktu bertahun-tahun. Jadi satu-satunya sistem mobile radar US yang dapat diandalkan untuk memandu GBI adalah ratu dermaga yang sering out-of-service, dan tidak berada di posisinya pula, sehingga kesiapan pertahanan 24/7nya sangat dipertanyakan.
 

Ini adalah hal yang sangat urgent, sehingga Missile Defense Agency pun juga berusaha menyelesaikan masalah ini. Bulan lalu, SBX menghabiskan waktu selama 8 bulan di laut sebelum kembali ke Pearl Harbor. MDA menargetkan penambahan on-station time SBX dari 120 hari ke 330 hari dalam agenda fiskal 2018 mereka. SBX terus dipacu untuk bisa bertugas lebih lama, sebagai suatu bagian yang krusial dalam GMD US.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan