KAPA Kendaraan Angkut Amfibi Buatan Dalam Negeri Untuk Korps Marinir

Foto: Defense-studies

Produsen peralatan militer asal Jakarta, PT. Republik Defesindo, menampilkan model kendaraan angkut personel amphibi yang telah dikembangkan selama beberapa tahun belakangan ini dan dikenal sebagai KAPA RD Mk I. Kendaraan dibangun untuk memenuhi kebutuhan Korps Marinir TNI AL.

KAPA RD Mk 1 memiliki roda berantai yang mampu menjelajah segala medan yang susah dijangkau. Ditenagai mesin diesel Iveco L6 6-silinder dengan kekuatan 590 hp. di darat kendaraan ini mampu melaju 70-75 km/ jam di darat dan di air 7-8 km/ jam di air, total berat kendaraan ini 25 ton. Kendaraan ini mampu mengangkut 50 personel prajurit. Sebagai alat pertahanan, bisa ditambahkan secara opsional senapan kaliber 7,62 mm sampai senjata dengan kaliber yang lebih besar.

Foto: Defense-studies
Foto: Defense-studies

Fungsi utamanya adalah mengangkut personel pasukan dan serta kebutuhan logistik pendukung dari kapal menuju pantai dalam operasi pendaratan dan penyerbuan ke pantai musuh. Bisa juga untuk sebagai kendaraan pendukung untuk prajurit yang berjaga di pos terdepan di garis pantai.


Dua purwarupa KAPA RD Mk I, sedang disiapkan untuk menjalani uji medan lapangan. Uji coba akan dilaksanakan  pada tahun 2017 pada medan yang ditentukan oleh Korps Marinir. Kontrak pemesanan pertama akan ditanda tangani pada tahun 2018 sejumlah 14 uni kendaraan dan pengiriman diharapkan akan selesai pada 2019.

Di masa depan, Korps Marinir diharapkan kembali kendaraan amphibi KAPA RD Mk I. Keputusan akan tergantung pada anggaran Kementerian Pertahanan, serta pengalaman operasinal pada batch pertama kendaraan ini.

Foto: Defense-studies
Foto: Defense-studies

Potensi pengguna lain KAPA RD Mk I kemungkinan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) yang dulunya bernama BASARNAS. PT Republik Defensindo memperkirakan bahwa BNPP di setiap provinsi akan memerlukan kendaraan ini minimal 2 unit untuk menangani misi bencana alam. Kapa RD Mk I dalam versi sipil akan digunakan dalam operasi pencarian dan penyelamatan, serta untuk mengevakuasi korban bencana yang terluka.


Speknya:

Foto: Defense-studies
Foto: Defense-studies

 

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan