Kapal Induk China Gelar Latihan Militer Terbesar di Laut Natuna Utara

China tertangkap kamera satelit tengah mengerahkan armada lautnya secara besar-besaran di Laut Natuna Utara, nama lain dari Laut China Selatan oleh pemerintah Indonesia.

Dalam foto-foto yang diambil oleh satelit milik Planet Labs Inc. Tampak iring-iringan 40 kapal perang China, dari berbagai kelas, termasuk Kapal Induk Liaoning juga tampak berada dalam iring-iringan di sebelah selatan pulau provinsi Hainan, China, Senin (26/3/2018).

Kementerian pertahanan China sendiri tampak berusaha menutup-nutupi manuver besar-besaran kapal perangnya itu. Namun gambar dalam foto tersebut tak bisa dibantah.

James Char, seorang ahli militer di Nanyang Technological University Singapura menyebut bahwa PLA mengerahkan enam kapal selam dan dua jet tempur J-15 dalam “parade” itu.

“Namun formasi ini tidak mungkin digunakan dalam situasi pertempuran yang sebenarnya,” katanya.

Iring-iringan kapal perang dalam jumlah besar tersebut sempat memicu protes dari Taiwan sast melewati Selat Taiwan pada 20 Maret lalu, tepat di hari yang sama ketika Presiden China Xi Jinping memperingatkan setiap upaya persatuan dengan China.

Dalam gambar lain yang diambil oleh Planet Labs pada hari Selasa, Liaoning terlihat di selatan Yulin Naval Base, pulau Hainan, tetapi tidak lagi dalam formasi dengan kapal lain.


Juru bicara kementerian pertahanan Ren Guoqiang menegaskan, angkatan laut China telah melakukan latihan “rutin” di Laut China Selatan untuk meningkatkan “kemampuan perang” militer.

Baca Juga:  Pembelian Helikopter MD-530 Malaysia Terganjal Korupsi

“Latihan itu tidak ditargetkan untuk menyerang negara atau target tertentu,” kata Ren kepada wartawan, tanpa menyebutkan berapa banyak dan kapal mana yang terlibat.

Selain angkatan laut, angkatan udara China juga mengumumkan bahwa pesawat pembom H-6K dan jet tempur Su-35 telah berpartisipasi dalam misi patroli tempur bersama di Laut China Selatan.


Pemerintah China awal bulan ini mengumumkan peningkatan anggaran militer sebesar 8,1 persen 1,11 triliun yuan (175 miliar dolar AS).

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan