Kapal Induk Jepang Izumo Akan Siaga ke Laut China Selatan

Jepang berencana untuk mengirim kapal induk helikopter Izumo (DDH-183) dalam tur selama tiga bulan melalui Laut China Selatan pada awal bulan Mei.

Kapal perang terbesar negara itu akan berhenti di Singapura, Indonesia, Filipina dan Sri Lanka sebelum bergabung dengan latihan angkatan laut bersama Malabar dengan India dan kapal angkatan laut AS di Samudera Hindia pada bulan Juli. Kapal tersebut akan kembali ke Jepang pada bulan Agustus, Reuters melaporkan pada hari Senin (13/03).

“Tujuannya adalah untuk menguji kemampuan Izumo dengan mengirimkannya pada misi jangka panjang,” kata seorang pejabat yang mengetahui rencana tersebut. “Kapal itu akan berlatih dengan Angkatan Laut Amerika Serikat di Laut China Selatan,” tambahnya.

Langkah Jepang ini akan menjadi show of naval force terbesar di kawasan itu sejak Perang Dunia II. Tiongkok mengklaim hampir
semua perairan yang disengketakan, yang memiliki lahan perikanan, minyak dan gas yang kaya, dan di kawasan itu dilewati oleh sekitar $5 triliun perdagangan laut global setiap tahunnya.

Taiwan, Malaysia, Vietnam, Filipina dan Brunei juga mengklaim sebagian dari perairan tersebut. Meskipun Jepang bukan salah satu pihak yang bersengketa, Jepang memiliki sengketa maritim terpisah dengan Tiongkok di Laut China Timur.

Jepang ingin mengundang Presiden Filipina Rodrigo Duterte, yang telah mendorong hubungan dengan Tiongkok dalam beberapa bulan terakhir dan mengkritik aliansi lama Filipina dengan Amerika Serikat, untuk mengunjungi Izumo ketika kunjungannya ke Subic Bay, sekitar 100 km (62 mil) barat dari Manila , narasumber lain mengatakan.

Baca Juga:  Kapal Perang USS John S. McCain (DDG-56) AS Tabrakan dengan Kapal Niaga

AS menggelar patroli udara dan laut rutin di perairan tersebut untuk menjamin kebebasan navigasi, karena meningkatnya pengaruh militer Tiongkok.

Izumo dengan panjang 249 meter (816,93 ft), sama besarnya dengan kapal induk Jepang era Perang Dunia Kedua dan dapat
mengoperasikan hingga sembilan helikopter. Kapal tersebut menyerupai kapal induk serang amfibi yang digunakan oleh Marinir AS, namun tidak memiliki well deck untuk meluncurkan kapal pendarat dan kapal lainnya.

Sumber : defenseworld.net/TSM

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan