Kapal Izumo Jepang Sejak Awal Didesain Kapal Induk Bukan Landasan Helikopter

Meskipun ada bantahan dari Kementerian Pertahanan Jepang bahwa helicopter-destroyer Izumo, yang diluncurkan pada tahun 2015, direncanakan akan diubah menjadi kapal induk, mantan eksekutif Angkatan Maritim Bela Diri Jepang (MSDF) mengkonfirmasi bahwa sejatinya desain Izumo adalah kapal induk.

“Sangat masuk akal jika ada perubahan fungsi dan desain Izumo di masa mendatang,” seorang eksekutif MSDF kemudian mengatakan kepada The Asahi Shimbun. “Apakah Izumo kemudian harus benar-benar diubah, hal itu tergantung keputusan pemerintah.”

Mantan eksekutif tersebut mengatakan bahwa telah ada kesepahaman antara militer dan pemerintah sipil Jepang bahwa Izumo harus dipertimbangkan untuk dapat diubah menjadi kapal induk.

Namun yaa tentunya hal.tersebut menjadi rahasia dan tidak dapat dipublikasikan ke publik karena memang keberadaan kapal induk dilarang oleh Pasal 9 Konstitusi Jepang yang menentang perang.

Sejak pembangunan Izumo, para ahli di dalam maupun di luar Jepang telah melihat kemungkinan untuk mengubah kapal tersebut menjadi kapal induk sepenuhnya.

Namun, Kementerian Pertahanan Jepang secara terbuka menolak rencana untuk menempatkan jet tempur dengan kemampuan menyerang di Izumo dan berpendapat bahwa kapal tersebut bukanlah kapal induk.

Kementerian Pertahanan Jepang secara tiba-tiba berubah pikiran dan sekarang sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk mengubah kapal tersebut menjadi kapal induk.

Perubahan semacam itu sudah pasti menimbulkan kecurigaan bahwa kementerian telah merencanakan hal ini sejak awal.

Baca Juga:  ​RPG-7, Roket Panggul Serbaguna Paling Menakutkan

Melakukan refitting Izumo, kapal Angkatan Maritim Bela Diri Jepang terbesar, menjadi kapal induk telah dipertimbangkan sejak akhir 2000 untuk mendukung pertahanan negara tersebut melawan perkembangan maritim Tiongkok yang meningkat di sekitar kepulauan barat daya Jepang, menurut eksekutif MSDF.

Dilengkapi dengan flat deck dari haluan hingga buritan, helikopter dapat mendarat dan lepas landas dari lima titik flight deck secara sekaligus. Desain dasar Izumo dirumuskan dari tahun 2006 sampai 2008.

Pada tahun 2008, kapal Angkatan Laut Tiongkok melewati perairan antara pulau utama Okinawa dan pulau Miyakojima, yang terletak di barat daya, terlihat untuk pertama kalinya. Pada saat itu kapal pemerintah Tiongkok yang mengganggu perairan teritorial Jepang menjadi sering.

Menurut eksekutif MSDF saat itu, MSDF melihat perlunya mengamankan kemampuan Jepang di wilayah udara untuk melawan kemungkinan ekspansi maritim Tiongkok di Laut Tiongkok Timur.

Namun, landasan pacu di Pangkalan Angkatan Udara Beladiri Jepang (ASDF) Naha adalah satu-satunya tempat dimana pesawat ASDF memungkinkan untuk lepas landas dan mendarat di dan sekitar Okinawa.


Oleh karena itu, “rencana untuk membangun Izumo diselesaikan dengan konversi pada masa depan untuk mempersiapkan kemungkinan kemungkinan tidak tersedianya Pangkalan Naha ASDF,” menurut salah satu eksekutif.

Pada masa itu, pesawat tempur stealth F-35B AS, yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal, sedang dalam pengembangan, yang mempengaruhi konsepsi desain Izumo dengan tujuan bahwa ia dapat dikonversi untuk menangani pendaratan dan lepas landas pesawat F-35B dan pesawat terbang lainnya, seperti pesawat angkut Osprey.

Baca Juga:  Rudal AMRAAM Pesanan Indonesia Mulai Diproduksi

Elevator Izumo yang menghubungkan antara deck dengan hanggar dirancang untuk mampu mengakomodasi pesawat tempur F-35B, yang berukuran panjang sekitar 15 meter dan lebarnya sekitar 11 meter.

Cat yang mampu menahan panas buangan yang dihasilkan dari jet tempur F-35 saat pendaratan dan lepas landas juga dipilih untuk deck Izumo. Juga telah dipikirkan untuk memodifikasi Izumo dengan dek miring untuk lepas landas, kata mantan eksekutif MSDF.

Jika Izumo dikonversi untuk memungkinkan pendaratan dan lepas landas pesawat F-35B, kapal tersebut dapat digunakan untuk mengisi bahan bakar jet tempur stealth AS di manapun di dunia, kapan saja, termasuk saat keadaan darurat militer berdasarkan undang-undang keamanan nasional yang baru.

Bahkan jika disebut sebagai kapal induk “defensif” atau dengan beberapa terminologi lain, Izumo yang telah direfitting akan menjadi kapal yang mampu menyerang sasaran musuh. Kapal Izumo nampaknya mencerminkan buah dari pemikiran jangka panjang perencana pertahanan Jepang.

(asahi.com/TSM Angga Saja)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan