Kapal Perang 20386: Proyek Kapal Korvet Siluman Rusia

Setelah sukses memodernisasi kapal kelas Fregat, Rusia mulai membangun kapal perang jenis korvet (kelas Derzky) terbaru, di galangan Severnaya Verf di Saint Petersburg, pada 28 Oktober 2016. Kapal tersebut diberi kode proyek 20386 dikerjakan oleh Almaz Central Marine Design Bureau (CMDB). 

Kapal perang ini dirancang mampu melakukan perang terhadap semua target; udara, permukaan, dan bawah laut. Korvet ini nantinya bakal difungsikan untuk patroli di Zona Ekonomi Eksekutif (ZEE), mengamankan jalur laut, dan mengontrol aktivitas ekonomi kelautan.

Konsep untuk korvet ini, benar-benar baru untuk Angkatan Laut Rusia desain fungsinya akan mirip dengan kapal LCS Amerika Serikat (AS). Yang dibangun berdasarkan sistem modular, peralatan disesuaikan dengan misi yang akan dijalankan. Dibawah dek helikopter terdapat modular mission bay.



Korvet proyek 20386 memiliki kemampuan stealth dengab   lambung dan struktur yang mengurangi visibilitas radar secara signifikan sehingga sulit dideteksi musuh. 

Komposisi senjatanya diklaim bakal paling maju di kelasnya. Perpaduan komposisi persenjataan yang seimbang, sistem manajemen informasi yang terintegrasi, arsitektur terbuka, sistem radar dan robotik terbaru, dan awak kru kapal  yang sedikit dibanding kapal perang sejenis. 


Untuk menghadapi ancaman, Kapal perang kelas Derzky akan dilengkapi persenjataan anti kapal, anti kapal selam dan sistem rudal pertahanan udara yang canggih. 

Senjatanya akan diperkuat dengan meriam A-190 100mm, meriam AK-630M 30mm, dua peluncur rudal vertikal delapan sel tipe Redoubt, dua peluncur empat tabung Uranus RCC untuk menembakan rudal Kalibr-NK, 2 peluncur empat tabung untuk menembakan torpedo Paket-E/NK.
Secara fisik Korvet Derzky 20386 memiliki panjang 109 m, lebar 13 m, dan bobot 3400 ton. Kecepatan laju Kapal perang hingga 30 knots (56 km/jam), jangkauan berlayar 5.000 mil laut (9260 km), dan diawaki 80 kru. Kementerian pertahanan Rusia telah memesan 10 korvet dan dijadwalkan masuk memperkuat armada AL Rusia pada 2021. 

Baca Juga:  Utamakan Senjata Teknologi Terbaru, China Akan Pangkas Jumlah Tentara Aktif

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan