Kapan Induk Dokdo Korea Selatan Akan Gunakan Rudal K-SAAM

Korea Selatan akan menggunakan rudal K-SAAM pada kapal induk helikopter kelas Dokdo-nya yang kedua. Penggunaan rudal tersebut mencerminkan perluasan penggunaan close-in defence system yang dikembangkan secara lokal di seluruh armada kapal perang Angkatan Laut Korea Selatan.

Kapal induk helikopter kelas Dokdo kedua Angkatan Laut Republik Korea (RoKN) akan menggunakan senjata yang dikembangkan secara lokal yang disebut di negara tersebut sebagai Korea Surface-to-Air Anti-Missile (SAAM, atau K-SAAM), kata perwakilan industri yang dekat dengan masalah ini mengkonfirmasi Jane.

Kapal yang dinamai sebagai ROKS Marado dengan nomor lambung 6112 setelah nanti ditugaskan, akan dilengkapi dengan sistem peluncur vertikal yang dikembangkan secara lokal (K-VLS) di bagian ujung belakang dari suprastruktur untuk meluncurkan senjata ini.

K-SAAM adalah proyektil anti sasaran udara sepanjang 3,07 m yang menggunakan inersia mid-course guidance dan dual microwave dan imaging infrared seeker untuk panduan akhir. Sebuah program untuk mengembangkan senjata tersebut, yang juga disebut sebagai ‘Haegung’ atau ‘Sea Bow’ di Korea Selatan, dimulai pada tahun 2011, dan pengujian pertama dari sistem tersebut dimulai pada tahun 2013. Selain dimaksudkan untuk penggunaan terhadap sasaran udara, K-SAAM juga memiliki kemampuan anti-kapal dan anti-permukaan yang terbatas.


Pejabat dari produsen senjata tersebut, LIG Nex1, yang berbicara dengan Jane di pameran Seoul International Aerospace and Defense Exhibition (ADEX) pada tahun 2015, mengatakan bahwa senjata itu akan memasuki kedinasan pada AL Korea Selatan ditahun 2018 dan pada akhirnya akan menggantikan sistem Raytheon RIM-116 Rolling Airframe Missile (RAM) pada kapal-kapal perang Korea Selatan.

Baca Juga:  Rusia Tuding Amerika Pasok Senjata ke Pasukan Khusus Ukraina

Dimasukkannya sistem senjata ini adalah salah satu dari beberapa perbedaan antara Marado dan kapal kakak kelasnya, RoKS Dokdo (6111), yang masuk kedinasan pada 2007. Foto upacara peluncuran Marado pada 14 Mei lalu mengungkapkan bahwa Korea Selatan juga memilih sensor campuran buatan lokal dan Israel pada kapal Marado tersebut.


Ini termasuk penggunaan radar pengawas multifungsi ELM-2248 (MF-STAR) dari perusahaan pertahanan Israel ELTA Systems sebagai pengganti radar multibeam SMART-L dari Thales yang digunakan pada Dokdo, dan radar pengawas udara dan permukaan tiga-dimensi SPS-550K dari perusahaan lokal LIG Nex1, yang menggantikan radar pengawas Thales MW08 pada kapal sebelumnya.

Sumber : janes.com/TSM

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan