Kasus Helikopter AW101, Jenderal Gatot Percaya Panglima TNI Baru Bisa Selesaikan

Jenderal Gatot Nurmantyo yakin Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan terus melanjutkan penyidikan dugaan korupsi pengadaan helikopter Agusta Westland 101 (AW-101).
“Yakinlah bahwa TNI selalu konsisten, apalagi dalam melaksanakan proses hukum. Negara kita adalah negara hukum, dan panglima tertinggi dari TNI adalah hukum. Pak Hadi past akan patuh terhadap itu,” ujar Gatot di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (9/12/2017).

Gatot bahkan menyebut Hadi telah paham soal kasus dugaan korupsi pengadaan helikopter AW-101.

Sehingga, kata Gatot, Hadi mampu
menyelesaikan kasus dugaan korupsi
pengadaan helikopter AW-101.
Diketahui, POM TNI tengah bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan penyidikan.

Dalam dugaan korupsi pengadaan Agusta Westland 101 (AW-101), POM TNI menetapkan lima tersangka.

Kelimanya yakni Marsma TNI FA, yang bertugas sebagai pejabat pembuat komitmen dalam pengadaan barang dan jasa; Letkol WW, sebagai pejabat pemegang kas; dan Pelda S, yang diduga menyalurkan dana-dana terkait dengan pengadaan kepada pihak-pihak tertentu.


Menyusul kemudian Kolonel Kal FTS, berperan sebagai WLP; dan Marsda SB, sebagai asisten perencana Kepala Staf Angkatan Udara.

Sementara, KPK menetapkan Irfan sebagai tersangka pertama dari swasta.


Irfan diduga meneken kontrak dengan Augusta Westland, perusahaan joint ventureWestland Helicopters di Inggris dengan Agusta di Italia,
yang nilainya Rp 514 miliar dari nilai kontraknya Rp 738 miliar.

Baca Juga:  Manny Pacquiao Nyatakan Siap Tempur Melawan Teroris Pro-ISIS

Sehingga, dalam pengadaan Helikopter AW 100 tersebut diduga terdapat potensi kerugian negara sekitar Rp 224 miliar. (wartakota)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan