Kasus Korupsi Pengadaan Helikopter Malaysia Berlanjut

Komisi Anti Rasyuah/Korupsi Malaysia (MACC) telah menerima laporan dari Kementrian Pertahanan negaranya terkait korupsi pembelian enam helikopter tempur ringan senilai lebih dari RM300 juta pada tahun 2015, yang sampai sekarang belum diterima oleh Angkatan Bersenjata Malaysia (AB Malaysia)

Dalam kontrak pembelian tahun 2015 tersebut, AB Malaysia harusnya sudah menerima enam helikopter tempur ringan McDonnell Douglas MD530G. Keenam helikopter tersebut harusnya sudah dikirim dalam dua batch, yaitu dua pada Juli 2017, dan sisanya pada Desember 2018.

Dalam kontrak tersebut juga sangat merugikan kerajaan Malaysia, karena dalam klausul kontrak tidak jaminan bahwa makelar harus menyelesaikan tepat waktu.

Menurut sumber itu, persetujuan untuk pembelian aset militer pada November 2015 juga tidak dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.


“Kontrak itu dilakukan melalui negosiasi langsung dengan agensi makelar, sementara banyak ketentuan kontrak tidak menguntungkan bagi pemerintah, misalnya, kontrak itu disetujui tanpa spesifikasi militer, persyaratan wajib dalam pembelian aset militer,” sumber tersebut kata.


Dia mengatakan McDonnell Douglas juga telah membatalkan kontrak perusahaan lokal sebagai agennya di Malaysia pada saat perjanjian pembelian helikopter ditandatangani.

Sumber tersebut menambahkan bahwa pemerintah Malaysia telah membayar RM112,65 juta, yang merupakan 35 persen dari total biaya akuisisi, kepada perusahaan.

Baca Juga:  Amerika Ternyata Punya Rudal S-300 Buatan Rusia

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan