Kata Australia Soal Penangguhan Kerja Sama Oleh TNI

Asutralia akhirnya angkat bicara mengenai keputusan TNI untuk menangguhkan kerjasama militer. Negeri Kanguru itu menyatakan pihaknya telah mendapatkan informasi resmi mengenai penangguhan kerjasama itu.
“Indonesia telah menginformasikan Australia kerjasama pertahanan akan ditangguhkan. Akibatnya, beberapa interaksi antara dua organisasi Pertahanan ditunda sampai masalah ini diselesaikan. Kerjasama di dibidang lain terus berjalan,” kata Menteri Pertahanan Australia, Marise Payne.

“Australia berkomitmen untuk membangun hubungan Pertahanan yang kuat dengan Indonesia, termasuk melalui kerjasama dalam pelatihan. Kami akan bekerja dengan Indonesia untuk mengembalikan kerjasama penuh sesegera mungkin,” sambungnya dalam sebuah pernyataan tertulis yang diunggah di situs resmi pemerintah Australia, pada Rabu (4/1).

Sementara itu, terkait penyebab penangguhan kerjasama ini, Payne menuturkan pihaknya telah menyelidiki hal tersebut. Dia menegaskan hal itu menjadi perhatian khusus pemerintah Australia.

“Kepala Angkatan Pertahanan Australia, Marsekal Mark Binskin, menulis kepada mitranya dari Indonesia, Jenderal Gatot Nurmantyo, dan memberikan penjelasan bahwa hal ini akan ditangani secara serius dan kami akan menyelidiki masalah yang diangkat,” ucapnya.

“Tentara Australia telah benar-benar priahtin dengan apa yang terjadi, dan penyelidikan atas insiden tersebut sedang diselesaikan,” tukasnya.

Sebelumnya diwartakan, Kapuspen TNI, Mayor Jenderal Wuryanto menyatakan Indonesia menangguhkan kerjasama militer karena alasan teknis. “Semua bentuk kerjasama telah ditangguhkan. Ada hal-hal teknis yang perlu dibahas. Sangat mungkin kerjasama akan kembali dilakukan jika semua masalah itu telah selesai,” kata Wuryanto.

Ini Alasan TNI Tangguhkan Kerja Sama Dengan Australia

Kapuspen TNI, Mayor Jendeal Wuryanto menyatakan Indonesia menangguhkan kerjasama militer karena alasan teknis tanpa memberikan rincian. Namun, menurut sejumlah laporan, kerjasama ini ditangguhkan karena adanya sikap tidak sopan yang ditampilkan oleh militer Australia.

Melansir Reuters pada Rabu (4/1), disebutkan pelatih pasukan khusus Indonesia melihat adanya materi yang menghina prinsip Pancasila dalam program pelatihan Australia, yang mencakup kepercayaan pada Tuhan, persatuan Indonesia, keadilan sosial dan demokrasi.

Laporan media Australia mengatakan materi ofensif itu ditemukan di Campbell Barracks, pangkalan militer yang berada di bagian bara Perth. Namun, pihak Campbell Barracks enggan memberikan keterangan apapun mengenai hal ini.

Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, Menteri Luar Negeri Julie Bishop, Menteri Pertahanan Marise Payne juga melakukan hal yang sama. Mereka menolak untuk mengomentari penangguhan kerja sama militer ini.

Indonesia sendiri terakhir kali menangguhkan hubungan militer dengan Australia pada tahun 2013 lalu. Penangguhan ini disebabkan, karena adanya penyadapan yang dilakukan Australia terhadap sejumlah pejabat tinggi Indonesia. Salah satu pejabat yang disadap adalah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sumber: sindonews

2 Comments on Kata Australia Soal Penangguhan Kerja Sama Oleh TNI

  1. Ini sangat serius. Indoktrinasi penghinaan PANCASILA dalam pelatihan tentara, berarti membentuk mental tentara negara Australia untuk meremehkan rakyat Indonesia. Pantas selama ini Australia selalu meremehkan Indonesia. Penghinaan dasar negara PANCASILA, oleh institusi tentara Australia berarti tidak menghargai dan menghormati kedaulatan negara RI, jadi untuk apa ada kerjasama dengan dengan tentara negara yang menghina negara kita.

Tinggalkan Balasan