Kejar China dan Rusia, Amerika Ngebut Bikin Rudal Hipersonik

Para pejabat Amerika Serikat tengah merasakan kekhawatiran karena China dan Rusia sudah lebih maju dalam rudal hipersonik. Sementara Amerika Serikat masih dalam tahap pengembangan, yang artinya Amerika Serikat sudah ketinggalan jauh dengan dua negara tersebut. Merasa tersaingi, Amerika Serikat mulai ambisius dalam pengembangan rudal hipersonik.

“Saya dan tim bekerja secara cepat dan yakin bahwa proyek ini akan berhasil,” kata Asisten Sekertaris Angkatan Udara, Will Roper kepada Warrior Maven, dikutip Sputnik News, Selasa 8 Mei 2018 .

Kecepatan rudal hipersonik melebihi lima kali kecepatan suara atau setara dengan 3.800 mil per jam, batas kecepatan yang hampir tidak dapat dijangkau oleh teknologi. Fluida udara pada kecepatan tersebut berperilaku secara radikal, berbeda dengan rudal yang kekuatannya lebih lambat, yang mana sebagian besar rudal dan pesawat jet mempunyai problem tersendiri.

Roper menyatakan, Angkatan Udara AS sedang mengembangkan purwarupa senjata ‘boost glide’ yang diluncurkan secara cepat ke udara untuk mencapai target dengan kecepatan lebih tinggi pada turunannya.


Lebih jauh, insinyur AS juga sedang mengembangkan demonstrator kedua untuk Hypersonic Conventional Strike Weapon yang tergantung pada teknologi mapan.


“Kedua sistem memiliki riwayat penerbangan yang berbeda, besar muatan, serta kemampuan dalam menyerang,” ujarnya.

Perlombaan pengembangan senjata hipersonik mulai mendapat perhatian pada awal tahun 2018 oleh Komandan Strategic Command, Jenderal Angkatan Udara Amerika Serikat John Hyten.

Baca Juga:  Pesawat Tempur F-35 Amerika Serikat "Mencontek" Desain Pesawat Yak-141 Uni Soviet

“Kami tidak punya pertahanan yang bisa menolak pengerjaan senjata yang melawan kami,” ujarnya.

Hyten juga mengatakan Moskow dan Beijing ‘bergerak cepat’ dalam mengembangkan senjata hipersonik, khususnya rudal hipersonik.
Sumber : TSM/viva.co.id

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan